IHSG Hari Ini Ditutup Melonjak 1,96% di BEI Setelah Tekanan Sentimen Global MSCI

IHSG Hari Ini Menguat
IHSG Hari Ini Menguat

IHSG di Bursa Efek Indonesia berhasil bangkit dan ditutup menguat pada sesi perdagangan Kamis (25/6/2026). Indeks saham domestik melonjak melonjak 115,156 poin atau setara 1,96 persen ke posisi 5.999,03. Performa positif ini membalikkan arah sentimen pasar setelah sebelumnya sempat terpuruk akibat sentimen pengumuman indeks MSCI.

Sepanjang hari, pergerakan indeks terpantau sangat fluktuatif dengan posisi terendah pada pembukaan di level 5.873,07 dan sempat menyentuh angka tertinggi di area 6.056,2.

Kronologi Tekanan Pasar Akibat Pengumuman MSCI

Sebelum pembalikan arah hari ini, pasar modal dan surat utang domestik menghadapi tekanan hebat pada hari Rabu kemarin. Berdasarkan analisis tim Pilarmas Investindo Sekuritas, pengumuman terbaru dari MSCI menjadi pemicu utama merosotnya kepercayaan investor global terhadap pasar keuangan Indonesia.

Dampaknya, IHSG langsung anjlok signifikan sebesar 3,56 persen dan terlempar ke level 5.883 dalam satu hari perdagangan. Kondisi serupa terjadi di pasar obligasi, di mana imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) terkerek naik hingga melewati angka 7,20 persen.

“Level IHSG sendiri secara jangka pendek berpotensi untuk menyentuh 5.740. Apabila belum ada upaya dari pemangku untuk memperbaiki kepercayaan pelaku pasar dan investor,” ujar tim Pilarmas Investindo Sekuritas.

Data Perdagangan Saham Kamis 25 Juni

Memasuki hari perdagangan Kamis, situasi pasar berbalik arah dan didominasi oleh aksi beli yang masif. Mayoritas emiten kompak bergerak di zona hijau hingga mendorong indeks naik mendekati batas psikologis 6.000.

Berikut adalah rincian data aktivitas transaksi di bursa sepanjang hari ini:

  • Pergerakan Saham: Sebanyak 537 saham mencatatkan penguatan, 135 saham bergerak melemah, dan 141 saham tidak mengalami perubahan atau stagnan.
  • Nilai Transaksi: Total perputaran uang di pasar modal mencapai Rp13,407 triliun.
  • Volume & Frekuensi: Sebanyak 22,099 miliar lembar saham berpindah tangan melalui total transaksi yang mencapai lebih dari 1,693 juta kali.

Proyeksi Pergerakan Indeks Selanjutnya

Meski mengalami Rebound, posisi indeks yang saat ini berada di bawah level 6.000 dinilai masih rawan terhadap koreksi lanjutan. Analis memperkirakan bahwa pasar masih membutuhkan sentimen positif yang nyata agar tren penguatan ini bisa terjaga secara konsisten.

“Apabila tidak ada sentimenaka potensi penurunan semakin terbuka lebar, begitupun imbal hasil obligasi 10y yang berpotensi kembali bermain di level 7.20 – 7.35 persen,” kata tim Pilarmas Investindo Sekuritas.

Secara umum, para pengamat pasar memproyeksikan pergerakan indeks akan mengalami koreksi secara terbatas menjelang penutupan pekan ini. Fluktuasi indeks diperkirakan akan bergerak dalam rentang area support di level 5.735 dan batas resistance pada level 6.080.