Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah Idul Adha

Panduan lengkap puasa sunnah menjelang Idul Adha. Termasuk bacaan niat Tarwiyah & Arafah, jadwal pelaksanaan, serta dalil keutamaannya dalam Islam.

Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu momentum istimewa dalam kalender Islam. Di luar ibadah Haji, umat muslim sangat dianjurkan untuk menghidupkan sepuluh hari pertama bulan ini dengan amal saleh, khususnya Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah. Keduanya termasuk puasa sunnah yang sangat dianjurkan dilajalankan oleh umat muslim yang sedang tidak berhaji.

Apa itu Puasa Tarwiyah dan Arafah?

Kedua puasa sunnah ini dilaksanakan menjelang Hari Raya Idul Adha. Puasa Tarwiyah merupakan puasa yang dilaksanakan pada 8 Dzulhijjah. Dinamakan Tarwiyah (berpikir/merenung) karena pada hari tersebut jamaah haji mempersiapkan air untuk perjalanan menuju Arafah.

Sedangkan Puasa Arafah, yaitu puasa sunnah yang dilakukan pada 9 Dzulhijjah, bertepatan dengan momentum wukuf jamaah haji di Padang Arafah. Puasa ini sangat ditekankan (sunnah muakkad) bagi muslim yang tidak sedang berhaji.

Berbeda dengan puasa wajib yang niatnya harus dilakukan di malam hari, niat puasa sunnah seperti Tarwiyah dan Arafah dapat dilakukan pada pagi hari (sebelum masuk waktu Dzuhur), selama belum mengonsumsi apa pun atau melakukan pembatal puasa sejak fajar.

Niat Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah)

Nawaitu shauma yaumit tarwiyati sunnatan lillahi ta‘ala.

Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta’ala.”

Niat Puasa Arafah (9 Dzulhijjah)

Nawaitu shauma yaumi ‘arafata sunnatan lillahi ta‘ala.

Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta’ala.”

Keutamaan Berpuasa di Awal Dzulhijjah

1. Penghapusan Dosa Dua Tahun

Keutamaan paling spesifik dari Puasa Arafah adalah pengampunan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang, sebagaimana sabda Rasulullah SAW dalam Hadis Riwayat Muslim.

2. Amal yang Paling Dicintai Allah

Ibadah di sepuluh hari pertama Dzulhijjah merupakan amal yang sangat dicintai Allah, bahkan pahalanya dapat menandingi nilai jihad di jalan Allah.

3. Manfaat bagi Kesehatan dan Mental

Secara medis, puasa singkat ini membantu proses detoksifikasi tubuh, menjaga kadar gula darah, dan melatih stabilitas emosi serta ketenangan mental.