Saham BBCA, BBRI, BBNI, BMRI Kompak Menguat Hari Ini

Saham BBCA, BBRI, BBNI, BMRI Kompak Menguat Hari Ini

Sektor perbankan berkapitalisasi pasar besar (Big Four) menunjukkan tren positif pada perdagangan bursa hari ini. Berdasarkan pantauan data pada Rabu, 04 Februari 2026 pukul 11.59 WIB, saham BBCA, BBRI, BBNI, dan BMRI secara serentak bergerak di zona hijau.

Reli Signifikan Saham BMRI dan BBRI

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (IDX: BMRI) mencatatkan kenaikan tertinggi di antara kelompok bank jumbo dengan penguatan sebesar 1,86% atau naik 90,00 poin ke level Rp4.920,00 per lembar saham. Performa ini menempatkan BMRI pada titik tertinggi harian Rp4.920,00 dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp454,61 triliun dan rasio P/E di angka 8,92 kali.

Menyusul di posisi berikutnya, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (IDX: BBRI) menguat 1,32% atau bertambah 50,00 poin menjadi Rp3.850,00 per lembar. Saham BBRI bergerak pada rentang harga Rp3.800,00 hingga Rp3.870,00 dengan indikator dividend yield yang cukup atraktif di level 8,97%.

Stabilitas BBCA dan Kinerja Pendapatan BBNI

PT Bank Central Asia Tbk (IDX: BBCA) turut menunjukkan stabilitas dengan kenaikan 1,31% atau 100,00 poin ke harga Rp7.750,00. Emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar senilai Rp945,83 triliun ini mencatatkan harga terendah harian di level Rp7.600,00 dan tertinggi di Rp7.825,00 pada sesi perdagangan tersebut.

Sementara itu, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (IDX: BBNI) mencatatkan kenaikan 0,65% ke level Rp4.620,00 per lembar saham pada pukul 11.59 WIB. Penguatan ini beriringan dengan rilis laporan keuangan tahun 2025 yang menunjukkan pendapatan bunga BBNI tumbuh 4,22% secara tahunan menjadi Rp69,39 triliun dari periode sebelumnya Rp66,58 triliun.

Strategi Pencadangan dan Realisasi Laba BBNI

Meskipun pendapatan bunga tumbuh, BBNI mencatat kenaikan beban bunga sebesar 11,33% menjadi Rp29,06 triliun sepanjang 2025. Kondisi ini menyebabkan pendapatan bunga bersih (Net Interest Income) berada di angka Rp40,33 triliun, atau mengalami penurunan tipis sebesar 0,36% dibandingkan tahun sebelumnya senilai Rp40,48 triliun.

Pihak manajemen BBNI mengambil langkah konservatif dengan meningkatkan nilai pencadangan sebesar 18,44% secara tahunan menjadi Rp9,72 triliun. Di sisi lain, pendapatan operasional lainnya masih mampu tumbuh 5,52% menjadi Rp23,89 triliun untuk menopang struktur kinerja perusahaan.

Secara keseluruhan, laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk BBNI tercatat sebesar Rp20,04 triliun pada 2025. Angka tersebut mengalami koreksi dari perolehan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp21,46 triliun.

Mau berita terbaru? Ikuti Jurnalzone.id di Google News Sekarang!