JURNALZONE.ID – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan memperbarui data kasus keracunan terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) setiap hari. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan, mekanisme pemantauan ini akan serupa dengan sistem pelaporan kasus COVID-19 yang dilakukan selama pandemi.
Langkah ini diambil untuk meningkatkan kecepatan dan efektivitas penanganan setelah adanya laporan kasus keracunan di berbagai daerah.
Sistem Pelaporan Kini Terintegrasi
Menurut Menkes Budi, sistem pelaporan kasus keracunan MBG kini telah terintegrasi langsung dengan Dinas Kesehatan di setiap daerah. Hal ini merupakan perbaikan signifikan dari sebelumnya yang seringkali hanya mengandalkan informasi dari media sosial. Dengan keterlibatan aktif dinas kesehatan, data yang masuk menjadi lebih valid dan terstruktur.
“Nah sekarang laporan itu sudah terintegrasi. Kan dulu kan hanya sosial media. Sekarang dinas kesehatan karena sudah dilibatkan,” ujar Budi Gunadi Sadikin di Kantor BPOM, Jakarta, Senin (6/10/2025).
Dari pernyataan itu, dijelaskan bahwa dinas kesehatan kini secara rutin mengisi laporan resmi. Informasi yang beredar di media sosial pun akan segera dicocokkan dengan laporan tersebut untuk memastikan akurasi dan mempercepat respons penanganan di lapangan.
Mekanisme Umpan Balik dan Audit
Integrasi data ini memungkinkan Kemenkes memberikan umpan balik (feedback) yang lebih cepat kepada Badan Gizi Nasional (BGN) selaku penanggung jawab program. Ketika laporan kasus masuk dari dinas kesehatan, informasi tersebut akan langsung diteruskan agar BGN dapat segera bertindak.
“Sehingga dengan ketahuan dari Dinas Kesehatan bisa cepat kita feedback ke BGN (Badan Gizi Nasional). BGN nanti turun melakukan audit bersama-sama dengan Dinas Kesehatan,” tambah Budi.
Audit yang dilakukan bertujuan untuk memperbaiki tata kelola dan prosedur implementasi di tingkat Satuan Penyelenggara Pangan Gizi (SPPG) yang diduga menjadi sumber penyebab keracunan. Saat dikonfirmasi oleh wartawan mengenai pembaruan data harian seperti COVID-19, Menkes membenarkannya.
“Iya (di-update seperti COVID), datanya sekarang tiap hari kita masuk,” tegasnya.




