Viral Tambang di Banyuwangi yang Disorot Warganet, Milik Siapa?

Tambang di Banyuwangi

JURNALOZNE.ID – Perhatian publik kini tertuju pada aktivitas pertambangan emas Tujuh Bukit atau yang dikenal sebagai Tumpang Pitu di Banyuwangi, Jawa Timur, menyusul bencana banjir yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat baru-baru ini.

Kekhawatiran warganet muncul akibat bukaan tambang yang dinilai semakin meluas, sehingga memicu kecemasan akan risiko bencana lingkungan serupa. Tambang ini sendiri dikelola oleh PT Bumi Suksesindo (BSI), anak usaha dari entitas raksasa PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), yang sahamnya dimiliki oleh sejumlah konglomerat ternama di Indonesia.

Jejak Konglomerat di Balik MDKA

Dilansir dari laman JatimTIMES.com, berdasarkan data prospektus dan laporan resmi perusahaan, kendali utama BSI berada di bawah naungan MDKA. Struktur kepemilikan MDKA didominasi oleh nama-nama besar dalam dunia bisnis nasional, salah satunya adalah PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG).

Saratoga, perusahaan investasi yang didirikan oleh Edwin Soeryadjaya dan Sandiaga Uno, tercatat sebagai pemegang saham mayoritas dengan porsi kepemilikan mencapai 19,47 persen atau setara 4,89 miliar saham. Fokus bisnis Saratoga mencakup sektor strategis seperti energi, infrastruktur, hingga logam mulia.

Selain Saratoga, kepemilikan saham signifikan juga dipegang oleh PT Provident Capital Indonesia Tbk (PALM). Melalui dua anak usahanya, yakni PT Mitra Daya Mustika dan PT Suwarna Arta Mandiri, Provident menguasai masing-masing 11,88 persen dan 5,50 persen saham MDKA. Perusahaan yang didirikan Winato Kartono ini telah melakukan diversifikasi investasi lintas sektor sejak tahun 2022.

Sosok penting lainnya dalam struktur kepemilikan MDKA adalah Garibaldi ‘Boy’ Thohir. Bos Adaro Energy ini memiliki porsi kepemilikan yang signifikan melalui berbagai instrumen investasi serta kolaborasi strategis dengan Saratoga dan Provident Capital.

Target Produksi dan Klaim Kontribusi

Secara operasional, MDKA memiliki target ambisius untuk tambang Tujuh Bukit. Perusahaan menargetkan angka produksi emas berkisar antara 100 ribu hingga 110 ribu ons pada tahun 2025. Data kuartal III 2025 menunjukkan bahwa tambang ini telah berhasil memproduksi 25.338 ons emas dengan harga jual rata-rata berada di angka US$ 3.275 per ons.

Terkait dampak ekonomi dan sosial keberadaan tambang tersebut, pihak manajemen memberikan klaim mengenai kontribusinya terhadap daerah.

“BSI menyebut tambang Tujuh Bukit merupakan salah satu penyumbang pajak terbesar bagi Banyuwangi dan pemerintah pusat. Tambang ini juga menyerap ribuan tenaga kerja lokal serta menjalankan sejumlah program pemberdayaan masyarakat.”

Dari pernyataan tersebut, ditegaskan bahwa perusahaan memosisikan diri sebagai entitas yang memberikan dampak ekonomi signifikan, di tengah sorotan tajam mengenai dampak lingkungan yang dikhawatirkan masyarakat. Selain itu, perusahaan juga melaporkan adanya penemuan zona mineralisasi baru sepanjang tahun 2024 yang berpotensi menambah cadangan emas di kawasan tersebut.

Legalitas dan Status Objek Vital Nasional

Dalam menjalankan operasinya, BSI memegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi dan Produksi sesuai Keputusan Bupati Banyuwangi Nomor 188/547/KEP/429.011/2012. Dari total lahan seluas 4.998 hektare yang dikuasai, area yang digunakan untuk penambangan aktif tercatat seluas 1.115 hektare.

Metode yang diterapkan adalah tambang terbuka (open pit) dengan proses pelindian untuk ekstraksi emas dan perak. Dua tahun pasca penerbitan IUP, BSI melengkapi legalitasnya dengan Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH), persetujuan studi kelayakan dari Dinas ESDM Jawa Timur, serta dokumen AMDAL dari DLH Jawa Timur.

Puncaknya, pada 16 Februari 2016, status kawasan ini diperkuat oleh pemerintah pusat. Kementerian ESDM menetapkan Tumpang Pitu sebagai Objek Vital Nasional (Obvitnas) melalui Keputusan Nomor 651 K/30/MEM/2016, yang menjadikan area ini memiliki prioritas pengamanan strategis.

Sumber berita: https://jatimtimes.com/baca/351125/20251211/094900/usai-banjir-aceh-tambang-emas-banyuwangi-disorot-warganet-ini-profil-perusahaan-dan-para-bosnya

Ikuti kami di Google News: Follow Kami

Bagikan Berita Ini