Nama Gedung Kompleks Parlemen Republik Indonesia (DPR/MPR RI) di aplikasi peta digital Google Maps diubah oleh pihak tak dikenal menjadi “Gedung Beban Negara”. Perubahan nama yang diduga sebagai bentuk kritik sosial ini menjadi viral dan memicu kehebohan di kalangan warganet pada Sabtu (30/8/2025) siang.
Kejadian ini pertama kali mencuat dan menyebar luas melalui unggahan sejumlah akun media sosial populer, di antaranya akun X @IndoPopBase dan akun Instagram @themaplemedia. Pengguna yang mencoba mencari lokasi Gedung DPR/MPR RI di Senayan, Jakarta, menemukan sebuah penanda lokasi dengan nama yang telah diubah tersebut. Penanda itu berada tepat di titik lokasi gedung utama kompleks parlemen.
Dilansir dari unggahan akun X @IndoPopBase, disampaikan bahwa “The Parliamentary Complex has been renamed GEDUNG BEBAN NEGARA on Google Maps.”
Pernyataan tersebut disertai dengan perbandingan foto asli Gedung DPR RI dan tangkapan layar dari aplikasi Google Maps yang menunjukkan nama baru tersebut. Dari pernyataan itu, dijelaskan bahwa perubahan nama telah terjadi dan bisa diverifikasi langsung di aplikasi.
Serupa dengan itu, akun media sosial The Maple Media juga mengunggah konten mengenai perubahan nama tersebut.
“Ada satu lagi titik lokasi baru di Google Maps. Sekarang, kalian bisa mencari “GEDUNG BEBAN NEGARA” di aplikasi tersebut dan titik lokasi jatuh tepat berada di dalam komplek Gedung DPR/MPR RI,” tulis akun tersebut dalam unggahannya.
Ini menegaskan bahwa perubahan nama tersebut bukan rekayasa gambar dan dapat ditemukan oleh pengguna lain.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi baik dari pihak Google Indonesia maupun dari Sekretariat Jenderal DPR RI. Perubahan nama lokasi di platform peta digital oleh pengguna memang dimungkinkan melalui fitur kontribusi atau saran edit, namun tindakan semacam ini sering kali bersifat sementara sebelum diperbaiki oleh pihak penyedia layanan.
Baca juga: Apakah Presiden Bisa Membubarkan DPR?





