(Update) Status Erupsi Gunung Semeru Hari Ini Jadi AWAS

Status Erupsi Gunung Semeru

JURNALZONE.ID – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) secara resmi menaikkan tingkat aktivitas Gunung Semeru dari Level III (Siaga) menjadi Level IV (Awas). Peningkatan status tertinggi pada gunung api yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang ini berlaku efektif mulai Rabu, pukul 17.00 WIB.

Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid, menyatakan bahwa keputusan menaikkan status ini diambil setelah evaluasi menyeluruh terhadap data pemantauan. Hasil pengamatan visual maupun instrumental menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik masih sangat tinggi dan kondisi gunung api tersebut dinilai tidak stabil sehingga potensi bahaya meningkat signifikan.

“Kenaikan tingkat aktivitas Gunung Semeru dari level III (Siaga) ke Level IV (Awas) pada pukul 17.00 WIB,” kata Wafid dalam keterangan tertulisnya dari Bandung.

Dari pernyataan resmi tersebut, ditegaskan bahwa perubahan status ini menuntut peningkatan kewaspadaan maksimal, mengingat ancaman erupsi yang lebih besar dapat terjadi sewaktu-waktu.

Zona Merah Diperluas

Menyusul penetapan status Awas, Badan Geologi memperbarui rekomendasi keselamatan bagi publik. Masyarakat, pendaki, dan wisatawan dilarang keras melakukan aktivitas apa pun dalam radius delapan kilometer dari kawah gunung. Selain itu, larangan juga berlaku di sektor barat hingga timur laut sejauh 20 kilometer dari pusat erupsi.

Pihak berwenang juga menyoroti potensi bahaya aliran lahar dan perluasan awan panas, khususnya di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak.

“Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 kilometer dari puncak,” tambahnya.

Kronologi Erupsi Sore Hari

Sebelum status dinaikkan, Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian, melaporkan bahwa erupsi besar telah terjadi pada pukul 16.00 WIB. Kolom abu teramati membumbung setinggi 2.000 meter di atas puncak dengan warna kelabu tebal yang mengarah ke utara dan barat laut.

“Erupsi berupa awan panas masih berlangsung, jarak luncur sudah mencapai 7 km dari puncak, dan erupsi masih berlangsung saat laporan sedang dibuat,” kata Mukdas Sofian.

Dilansir dari laporan pos pengamatan di Lumajang, data tersebut mengonfirmasi bahwa luncuran material panas terjadi secara intensif sesaat sebelum status resmi dinaikkan ke level tertinggi.