JURNALZONE.ID – Harga logam mulia perak pada Minggu, 2 November 2025, terpantau stabil di level tinggi. Meskipun PT Logam Mulia Antam Tbk belum merilis data pembaruan resmi untuk hari ini, harga acuan masih merujuk pada data perdagangan 1 November 2025, yakni Rp26.450 per gram.
Harga perak murni (fine silver 99,9%) ini menunjukkan tren kenaikan tipis dibandingkan posisi akhir pekan lalu. Penguatan ini sejalan dengan tren positif harga logam mulia global, di mana investor kembali melirik aset lindung nilai (safe haven) di tengah ketidakpastian ekonomi.
Harga Acuan Antam Bertahan
Dilansir dari laman resmi logammulia.com, harga perak murni batangan Antam dengan kemurnian 99,9% per 1 November 2025 ditetapkan sebesar Rp26.450 per gram. Harga ini menjadi acuan utama di pasar ritel pada hari Minggu (2/11/2025), mengingat belum adanya pembaruan data resmi di hari libur.
Posisi harga ini mencerminkan tren yang stabil selama seminggu terakhir. Sebelumnya, harga perak Antam sempat diperdagangkan di kisaran Rp26.200 hingga Rp26.300 per gram.
Perbandingan Harga Pasar
Sementara itu, data pembanding dari Sokoguru.id per 2 November 2025 menunjukkan harga perak di pasar domestik berada di kisaran yang sedikit lebih rendah.
Laporan tersebut merinci harga perak murni 999 berada di sekitar Rp25.900 per gram. Adapun untuk perak Antam 999, diperdagangkan di rentang harga Rp26.100 hingga Rp26.450 per gram. Perbedaan harga ini memperkuat posisi Antam sebagai acuan tertinggi di pasar perak fisik, didukung oleh jaminan kemurnian dan sertifikat yang diakui.
Faktor Pendorong Kenaikan
Kenaikan harga perak dalam sepekan terakhir didorong oleh beberapa faktor fundamental. Harga perak dunia terpantau berada di level USD 48,80 per troy ounce, atau naik sekitar 0,3% dibandingkan pekan sebelumnya.
Beberapa faktor yang berkontribusi terhadap kenaikan ini antara lain:
- Pelemahan Dolar AS: Kenaikan harga logam mulia global seringkali didukung oleh pelemahan nilai tukar Dolar AS.
- Permintaan Industri: Permintaan perak dari sektor industri, terutama untuk panel surya dan komponen elektronik, dilaporkan meningkat.
- Kebijakan Moneter: Kebijakan moneter global mendorong investor untuk memindahkan asetnya ke instrumen lindung nilai.
- Kurs Rupiah: Pelemahan tipis kurs Rupiah terhadap Dolar AS turut mempengaruhi harga impor logam mulia.
Analis memprediksi harga perak akan tetap stabil hingga pertengahan November, dengan potensi kenaikan moderat jika harga emas dunia terus melanjutkan penguatannya.