JURNALZONE.ID – Harga emas perhiasan di pasar domestik terpantau melejit pada perdagangan Rabu (12/11/2025). Kenaikan signifikan ini dipengaruhi oleh kombinasi faktor eksternal dan internal, terutama pergerakan harga di pasar global, fluktuasi nilai tukar rupiah, serta peningkatan permintaan musiman di dalam negeri menjelang akhir tahun. Dua gerai emas besar, Raja Emas Indonesia dan Laku Emas (CMK Group), mencatat penyesuaian harga di berbagai tingkatan karat.
Pergerakan harga emas perhiasan yang sangat dinamis menuntut kejelian masyarakat. Dengan tren kenaikan saat ini, konsumen dan investor diimbau untuk terus mengikuti pembaruan data harga secara berkala. Pemantauan ini penting agar masyarakat dapat menentukan waktu terbaik untuk melakukan transaksi pembelian atau penjualan kembali (buyback).
Rincian Kenaikan di Raja Emas Indonesia
Dilansir dari data resmi Raja Emas Indonesia, kenaikan harga terjadi secara seragam di semua lini produk perhiasan pada hari ini. Harga emas perhiasan 24 karat tercatat naik Rp 45.000, sehingga harga per gramnya kini berada di level Rp 2.040.000.
Kenaikan signifikan juga dialami oleh emas 23 karat yang terkerek Rp 45.000 menjadi Rp 1.780.000 per gram. Sementara itu, untuk emas perhiasan 18 karat, harganya naik Rp 36.000 ke posisi Rp 1.394.000 per gram. Kenaikan terendah terjadi pada emas 12 karat yang naik Rp 24.000 menjadi Rp 930.000 per gram.
Pergerakan Harga di Laku Emas (CMK Group)
Berbeda dengan Raja Emas, pergerakan harga di Laku Emas (CMK Group) terpantau bervariasi, meskipun mayoritas produk mengalami kenaikan. Emas 24 karat di Laku Emas juga naik Rp 45.000 ke level Rp 1.993.000 per gram.
Namun, anomali terjadi pada emas 22 karat yang justru tercatat turun Rp 33.000 menjadi Rp 1.703.000 per gram. Penurunan juga dialami emas 21 karat sebesar Rp 35.000 ke level Rp 1.629.000 per gram. Sebaliknya, emas 18 karat naik Rp 32.000 menjadi Rp 1.392.000, dan emas 12 karat naik Rp 22.000 menjadi Rp 923.000 per gram.





