Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM), Ova Emilia, pada Jumat sore (22/08), mengeluarkan pernyataan resmi untuk menyikapi polemik di tengah masyarakat yang mempertanyakan keaslian ijazah Sarjana milik Presiden Joko Widodo. Melalui sebuah pernyataan video, Ova Emilia menegaskan bahwa Joko Widodo adalah alumni UGM dan universitas memiliki seluruh dokumen otentik yang membuktikan proses pendidikannya secara sah.
Dokumen Otentik Jadi Bukti
Dalam pernyataan resminya, Ova Emilia menjelaskan bahwa UGM menyimpan bukti-bukti valid terkait riwayat akademik Presiden. Dokumen tersebut mencakup seluruh proses, mulai dari tahap penerimaan, perkuliahan, Kuliah Kerja Nyata (KKN), hingga prosesi wisuda.
“UGM memiliki dokumen otentik terkait keseluruhan proses pendidikan Joko Widodo di UGM,” ujar Ova.
Ia merinci bahwa berdasarkan catatan universitas, Joko Widodo secara resmi dinyatakan lulus dari Fakultas Kehutanan UGM pada tanggal 5 November 1985. Selanjutnya, UGM telah memberikan ijazah yang sah kepada yang bersangkutan saat diwisuda pada tanggal 19 November 1985.
Tugas UGM Paripurna Usai Wisuda
Lebih lanjut, Rektor UGM menekankan bahwa tugas dan tanggung jawab institusi pendidikan telah selesai ketika seorang mahasiswa dinyatakan lulus dan menerima ijazah. Hal ini berlaku untuk seluruh alumni, termasuk Joko Widodo. Menurutnya, perlindungan dan penggunaan ijazah setelah diserahkan menjadi tanggung jawab penuh masing-masing alumni.
“Tugas dan tanggung jawab UGM dalam mendidik seseorang telah paripurna ketika yang bersangkutan dinyatakan lulus dan diberi ijazah sesuai ketentuan,” jelasnya.
Ova menambahkan bahwa alumni adalah satu-satunya pihak yang berhak memegang ijazah asli. “Alumni adalah satu-satunya pihak yang memegang ijazah asli miliknya sehingga penggunaan dan perlindungannya adalah tanggung jawab alumni tersebut,” pungkasnya, seraya menegaskan kembali bahwa UGM menjamin keabsahan ijazah yang telah dikeluarkan.
Simak informasi terkini seputar dunia pendidikan dan kebijakan kampus lainnya, hanya di Jurnalzone.id.



