UBS Group AG Lepas Saham BUMI 769 Juta Saham

Redaksi Jurnalzone.id

Diterbitkan:

Saham BUMI

JURNALZONE.ID – Bank raksasa asal Swiss, UBS Group AG, resmi mengurangi porsi kepemilikannya di emiten batu bara PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Lembaga keuangan global tersebut melepas ratusan juta lembar saham perusahaan yang terafiliasi dengan grup Salim dan Bakrie dalam sebuah transaksi besar yang telah diselesaikan baru-baru ini.

Dilansir dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikutip pada Jumat (28/11/2025), aksi korporasi ini mencatatkan penjualan sebanyak 769,45 juta lembar saham BUMI. Transaksi divestasi tersebut diketahui telah rampung dilaksanakan pada tanggal 20 November 2025 lalu.

Detail Nilai Transaksi

Penjualan saham ini dilakukan dengan harga pelaksanaan rata-rata sebesar Rp 228,994 per lembar saham. Berdasarkan data harga dan volume saham yang dilepas, UBS AG berhasil mengantongi dana segar mencapai Rp 176,2 miliar dari aksi profit taking ini.

Sebagai konsekuensi langsung dari transaksi penjualan tersebut, persentase kepemilikan saham UBS AG dalam entitas Bumi Resources mengalami penurunan. Langkah ini menjadi sorotan pasar mengingat volume transaksi yang cukup signifikan dalam perdagangan saham komoditas energi tersebut.

Riwayat Akumulasi Sebelumnya

Sebelum memutuskan untuk melepas sahamnya, UBS Group AG tercatat cukup agresif dalam menambah portofolio di BUMI pada bulan sebelumnya. Data menunjukkan bahwa bank investasi ini sempat melakukan pembelian sebanyak 421 juta saham atau setara 0,11% kepemilikan.

Kala itu, UBS membeli di harga yang jauh lebih rendah, yakni Rp 119 per saham dengan total nilai transaksi Rp 50 miliar. Hal ini mengindikasikan adanya potensi keuntungan modal (capital gain) yang signifikan dari selisih harga beli dan harga jual saat ini.

Tujuan Transaksi

Terkait aktivitas transaksi yang dilakukan oleh UBS, manajemen sempat memberikan penjelasan mengenai alasan di balik pembelian saham yang dilakukan pada periode sebelumnya.

“Transaksi dilakukan pada 22 September 2025. UBS membeli saham untuk kegiatan lindung nilai derivatif klien.”

Pernyataan tersebut dikutip dari keterbukaan informasi BEI pada Rabu (1/10/2025), yang menjelaskan posisi UBS saat mengakumulasi saham BUMI. Dari pernyataan itu, dijelaskan bahwa motif awal masuknya UBS adalah untuk keperluan hedging atau lindung nilai bagi kepentingan klien mereka.

Setelah rentetan transaksi pembelian di bulan September yang sempat membawa kepemilikan mereka menjadi 7,06%, kini UBS memilih untuk memangkas kembali porsi sahamnya di tengah pergerakan harga saham BUMI.

Ikuti kami di Google News: Follow Kami

Bagikan Berita Ini