Greenland mendadak menjadi pusat perhatian dunia setelah fenomena alam yang sangat mengerikan melanda wilayah Arktik tersebut. Sebuah tsunami raksasa setinggi 200 meter dilaporkan menghantam Dickson Fjord, menyisakan ketakutan mendalam akan stabilitas iklim global.
Namun demikian, tragedi ini bukan disebabkan oleh gempa tektonik biasa, melainkan runtuhnya lereng gunung setinggi hampir 1.200 meter. Ribuan ton es dan batuan masif jatuh ke perairan sempit hingga memicu gelombang yang melampaui tinggi gedung pencakar langit.
Dengungan Misterius Selama 9 Hari
Fakta uniknya, peristiwa mengerikan ini memicu getaran di kerak Bumi yang berlangsung selama sembilan hari tanpa henti. Para ilmuwan dari University College of London awalnya sempat bingung karena mendeteksi sinyal seismik berupa dengungan monoton yang sangat panjang.
Penelitian mendalam akhirnya melibatkan 68 ahli dari 15 negara untuk membedah anomali yang mengguncang Arktik tersebut secara bersama-sama.
Data satelit dan simulasi gelombang mengonfirmasi bahwa pencairan gletser akibat pemanasan global telah membuat struktur gunung menjadi sangat rapuh dan tidak stabil.
Fenomena Seiche dan Ancaman Global
Dampak lanjutannya menciptakan fenomena yang disebut ‘seiche’, di mana gelombang tsunami terperangkap dan bergerak bolak-balik di dalam fyord yang sempit. Energi dari gerakan berirama selama lebih dari sepekan inilah yang membuat kerak Bumi seolah terus berdengung secara kontinu.
Di sisi lain, kejadian ekstrem ini menjadi alarm keras bagi komunitas internasional mengenai ancaman nyata perubahan iklim di kawasan kutub utara.
Greenland sendiri kini terus dipantau bukan hanya karena kekayaan mineral strategisnya, tetapi juga sebagai titik kritis keseimbangan alam dunia.