Tren Saham BUMI Bakal Segini?

Redaksi Jurnalzone.id

Diterbitkan:

Saham BUMI Resources

JURNALZONE.IDSaham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengalami koreksi signifikan pada perdagangan awal pekan, Senin (15/12/2025), dengan penurunan sebesar 6,52 persen ke level Rp 344 per saham. Emiten pertambangan yang terafiliasi dengan Grup Bakrie dan Salim ini mencatatkan nilai transaksi fantastis mencapai Rp 5,12 triliun meski harus menutup hari di zona merah setelah reli panjang sepanjang pekan sebelumnya.

Aktivitas Perdagangan dan Aksi Asing

Aktivitas perdagangan saham BUMI terpantau sangat padat dengan volume mencapai 13,79 miliar saham yang diperdagangkan dengan frekuensi sebanyak 405.089 kali. Koreksi ini terjadi setelah saham tersebut konsisten ditutup di zona hijau pada pekan lalu. Menariknya, di tengah penurunan harga yang cukup dalam, data perdagangan justru menunjukkan adanya minat beli yang tinggi dari investor luar negeri.

“Saham berkode BUMI mencetak net buy investor asing sebesar Rp 621,75 miliar.”

Angka akumulasi bersih tersebut mengindikasikan bahwa investor asing memanfaatkan momentum koreksi untuk masuk, meskipun tekanan jual dari pelaku pasar domestik cukup mendominasi pergerakan harga harian.

Analisis Teknikal dan Level Support

Pergerakan harga yang volatil ini menjadi sorotan Kiwoom Sekuritas. Dalam analisisnya, sekuritas tersebut menempatkan pivot point BUMI pada level 367. Saham ini sempat menyentuh level tertinggi di 400 pada sesi perdagangan, namun kemudian merosot melewati titik krusial tersebut serta menembus support pertama di level 352.

Kini, pergerakan harga BUMI dinilai sedang mendekati area pengujian berikutnya, yakni level support kedua yang berada di angka 339. Apabila terjadi pembalikan arah, Kiwoom Sekuritas memproyeksikan resistance pertama akan berada di 380 dan resistance kedua di level 395.

Tren Mingguan dan Kontribusi Transaksi

Sebelumnya, BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) juga memberikan catatan khusus mengenai performa saham BUMI. Dalam satu pekan terakhir, saham ini sempat melonjak 54,6 persen dan ditutup di level Rp 368, yang merupakan posisi tertinggi sejak tahun 2018.

Dominasi BUMI di pasar saham sangat terasa, mengingat kontribusi nilai transaksinya mencapai kisaran 25 hingga 30 persen dari total nilai transaksi harian di Bursa Efek Indonesia (BEI). Secara year-to-date atau sepanjang tahun berjalan, saham ini telah mencatatkan kenaikan impresif lebih dari 200 persen.

Mengenai prospek pergerakan harga ke depan, BRIDS memberikan pandangan teknikalnya terhadap emiten tambang batubara ini.

“Secara teknikal, menurut BRI Danareksa Sekuritas, saham BUMI saat ini memiliki support di 322-334 dan masih mempunyai potensi penguatan hingga resistance di 378-396.”

Rentang harga tersebut menjadi area krusial yang perlu diperhatikan oleh para investor dalam menentukan strategi perdagangan selanjutnya di tengah volatilitas pasar yang tinggi.

Ikuti kami di Google News: Follow Kami

Bagikan Berita Ini