JURNALZONE.ID – Kreator konten ternama Ferry Irwandi telah secara resmi menyelesaikan misi kemanusiaan besarnya untuk membantu korban bencana banjir dan tanah longsor di Pulau Sumatera pada tanggal 30/12/2025. Pengumuman ini menandai berakhirnya periode panjang aksi lapangan yang dilakukan Ferry untuk memastikan amanah para donatur tersampaikan tepat sasaran.
Seluruh dana yang terkumpul melalui platform penggalangan dana Kitabisa sebesar Rp 10,3 miliar dilaporkan telah teralokasikan secara menyeluruh untuk kebutuhan para korban. Kepastian ini memberikan rasa lega sekaligus apresiasi dari masyarakat luas yang memantau pergerakan donasi tersebut sejak awal kampanye dimulai.
Keterlibatan Langsung di Lokasi Bencana Selama 20 Hari
Ferry Irwandi tidak hanya sekadar mengumpulkan dana, melainkan terjun langsung ke berbagai titik bencana selama lebih dari dua puluh hari berturut-turut. Ia bersama tim relawan menyisir kawasan-kawasan sulit dijangkau di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat untuk mendistribusikan bantuan.
Kehadiran fisik Ferry di lokasi bencana bertujuan untuk memastikan bahwa setiap rupiah dari donasi tersebut benar-benar menyentuh warga yang paling membutuhkan bantuan mendesak. Langkah ini juga menjadi bentuk tanggung jawab moral atas kepercayaan besar yang diberikan oleh ratusan ribu donatur di media sosial.
Meskipun sebagian besar bantuan fisik telah diterima warga, terdapat beberapa program jangka panjang yang masih dalam tahap penyelesaian akhir di bawah pengawasan ketat tim relawan. Ferry menegaskan bahwa meskipun ia meninggalkan lokasi, pemantauan terhadap sisa pekerjaan pembangunan atau pemulihan tetap berjalan sesuai rencana awal.
Mekanisme Transparansi dan Laporan Pertanggungjawaban
Untuk menjaga integritas dan akuntabilitas publik, Ferry mengajak semua pihak untuk melakukan pengecekan mandiri terhadap arus keluar masuknya dana melalui platform digital yang tersedia. Transparansi menjadi kunci utama mengapa gerakan kemanusiaan ini mendapatkan dukungan masif dari berbagai kalangan warganet.
Berikut adalah poin-poin penting mengenai proses transparansi dan penyaluran bantuan yang dilakukan oleh tim Ferry Irwandi:
1. Laporan Realisasi Akhir dilakukan secara berkala melalui unggahan di media sosial pribadi dan laman resmi kampanye Kitabisa.
2. Akses Informasi Publik dibuka melalui pengiriman laporan via email kepada para donatur agar setiap orang bisa melihat detail penggunaan anggaran.
3. Monitoring Berkelanjutan terus dilakukan oleh tim relawan lokal untuk memastikan program pemulihan infrastruktur pascabencana tetap berjalan sesuai prosedur.
4. Verifikasi Penerima Manfaat dilakukan secara mendalam agar bantuan tidak tumpang tindih dan benar-benar menjangkau daerah pelosok yang minim bantuan pemerintah.
Penerapan standar akuntansi yang jelas dalam penggalangan dana publik ini diharapkan mampu menjadi preseden baik bagi kreator konten lain dalam menjalankan aksi serupa. Publik memuji konsistensi Ferry dalam memberikan update perkembangan situasi di lapangan secara jujur dan apa adanya.
Keputusan Berpamitan dan Kondisi Kesehatan Ferry Irwandi
Setelah memberikan tenaga dan pikiran secara maksimal di lapangan, Ferry akhirnya memutuskan untuk berpamitan dan tidak akan membuka penggalangan dana lanjutan. Keputusan ini diambil karena kondisi fisiknya yang sudah mencapai titik jenuh setelah berhari-hari berhadapan dengan medan yang ekstrem.
Ferry secara terbuka memohon maaf kepada para pengikutnya yang mengharapkan adanya pembukaan donasi tahap kedua untuk membantu wilayah lain. Ia menyadari bahwa memaksakan diri dalam kondisi kesehatan yang menurun justru akan berisiko pada efektivitas penyaluran bantuan di masa mendatang.
Ferry berharap agar wilayah Sumatera yang terdampak bencana bisa segera pulih dan bangkit kembali seperti sediakala melalui gotong royong berbagai pihak. Ia pun menutup perjalanannya dengan pesan haru serta ucapan terima kasih yang mendalam kepada seluruh masyarakat Indonesia yang telah terlibat dalam misi ini.





