Rangkaian pelaksanaan survei utama atau main survey dari Programme for International Student Assessment (PISA) 2025 di Indonesia telah resmi rampung. Asesmen berskala global ini akan memberikan gambaran penting mengenai kualitas dan kemampuan belajar siswa berusia 15 tahun di seluruh negeri.
PISA merupakan survei tiga tahunan yang digagas oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) untuk mengukur kemampuan literasi membaca, matematika, dan sains. Dilansir dari akun Instagram Pusat Asesmen Pendidikan (@pusmendik), hasil dari survei PISA 2025 ini dijadwalkan akan diumumkan secara serentak pada tahun 2026, menjadi tolok ukur bagi sistem pendidikan nasional di kancah internasional.
Memahami Proses dan Metodologi PISA
Sebagai salah satu dari lebih dari 80 negara peserta, sampel PISA di Indonesia dipilih secara acak oleh OECD untuk memastikan keterwakilan populasi siswa usia 15 tahun. Proses pengambilan data dilakukan di ratusan sekolah yang tersebar di seluruh wilayah, termasuk daerah-daerah tertinggal, guna mencerminkan keragaman pendidikan nasional.
Proses pelaksanaan PISA terdiri dari tiga tahap utama. Pertama, pengumpulan data melalui tes dan kuesioner. Kedua, pengodean data sesuai standar internasional agar dapat dianalisis dan dibandingkan antarnegara. Ketiga, penyusunan laporan akhir yang akan menjadi dasar pemetaan kualitas pendidikan Indonesia.
Refleksi Hasil PISA 2022 Indonesia
Sembari menantikan hasil PISA 2025, pencapaian Indonesia pada PISA 2022 dapat menjadi acuan. Pada asesmen sebelumnya yang diikuti oleh 81 negara, Indonesia mencatatkan skor rata-rata 359 untuk kemampuan membaca, 366 untuk matematika, dan 383 untuk sains. Berdasarkan skor tersebut, Indonesia menempati peringkat ke-71 untuk kemampuan membaca, peringkat ke-70 untuk matematika, dan peringkat ke-67 untuk literasi sains. Hasil pada tahun 2026 mendatang akan menunjukkan apakah ada perbaikan dari posisi tersebut.