Panggung Liga 2 Pegadaian Championship dipastikan membara saat Sumsel United menjamu Garudayaksa FC pada Jumat (30/1/2026) pukul 19.00 WIB. Laga ini menjadi ajang pembuktian bagi dua “mesin pembunuh” asal Brazil yang kini tengah mendominasi daftar pencetak gol terbanyak.
Namun demikian, sorotan utama akan tertuju pada duel epik antara Jacinto “Juninho” Junior Cabral dan Everton Nascimento. Kedua predator kotak penalti ini siap baku hantam demi membawa timnya mengamankan posisi di klasemen papan atas.
“Pertandingan melawan Garudayaksa FC sangat penting bagi tim kami. Saya dan seluruh pemain dan pelatih sudah bekerja keras mempersiapkan diri menghadapi laga ini. Kami ingin menang di kandang sendiri dan mendapatkan tiga poin, untuk menjaga peluang dan target yang ingin dicapai manajemen klub,” ungkap Juninho.
Pencapaian ini memang bukan isapan jempol belaka mengingat Juninho sedang dalam mode tempur yang sangat mengerikan. Bomber berusia 34 tahun tersebut tercatat sudah mengoleksi 10 gol dan 3 assist dari 17 penampilannya bersama Laskar Juaro musim ini.
Adu Mekanik Predator Brazil
Terkait hal tersebut, data statistik menunjukkan Juninho telah melepaskan 27 tembakan tepat sasaran dan memberikan 346 umpan sukses yang mematikan. Tren positifnya kian gila setelah sukses menyarangkan 6 gol hanya dalam lima pertandingan terakhirnya di kompetisi domestik.
Di sisi lain, tim tamu Garudayaksa FC tidak datang dengan tangan hampa karena memiliki Everton Nascimento yang tak kalah tajam. Penyerang berusia 33 tahun itu sudah mencatatkan 8 gol dan 2 assist meski baru melakoni 14 laga bersama tim berjuluk Spirit of Garuda.
Keunggulan ini membuat lini pertahanan Sumsel United wajib waspada penuh selama 90 menit pertandingan berjalan. Meskipun secara statistik Juninho unggul tipis, performa Everton yang sedang menanjak dengan 3 gol di laga terakhir bisa menjadi mimpi buruk bagi tuan rumah.
Misi Hidup Mati di Kandang
Selain itu, ambisi Juninho untuk mencetak gol kembali membuncah demi memberikan kegembiraan bagi para suporter setia. Baginya, mencetak gol adalah tugas utama, namun kemenangan tim adalah harga mati yang tidak bisa ditawar lagi.
“Sebagai seorang striker dan pemain nomor 9. Bisa mencetak gol di setiap pertandingan tentu menjadi target kami. Tapi membantu tim memenangkan pertandingan itu jauh lebih penting,” jelas Juninho.
Pernyataan jujur ini menutup persiapan matang Sumsel United jelang bentrokan krusial yang diprediksi akan berlangsung keras sejak peluit pertama dibunyikan. Semua mata kini tertuju pada stadion untuk melihat siapa predator Brazil yang paling layak menyandang gelar raja gol malam nanti.