Suhu Hari Ini, Penyebab Jatim dan Surabaya Panas

Redaksi Jurnalzone.id

Diterbitkan:

Suhu Panas

JURNALZONE.IDCuaca panas menyengat yang melanda Kota Surabaya dan sebagian besar wilayah Jawa Timur dalam beberapa hari terakhir akhirnya terjawab. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda menjelaskan bahwa fenomena ini disebabkan oleh posisi matahari yang berada tepat di atas wilayah tersebut, sebuah peristiwa alamiah yang dikenal sebagai kulminasi utama.

Menurut Prakirawan BMKG Juanda, Thariq Harun Al Rasyiid, kondisi ini menyebabkan peningkatan intensitas radiasi matahari dan sinar ultraviolet yang diterima permukaan bumi, sehingga suhu udara terasa lebih gerah dari biasanya.

Memahami Fenomena Hari Tanpa Bayangan

Fenomena kulminasi, yang oleh masyarakat awam sering disebut sebagai ‘hari tanpa bayangan’, merupakan peristiwa saat matahari mencapai titik tertinggi di langit pada waktu tengah hari. Dilansir dari penjelasan resmi BMKG, pada saat kulminasi utama, matahari akan berada tepat di atas kepala pengamat atau di titik zenit.

Kondisi inilah yang menyebabkan bayangan benda-benda tegak seolah menghilang karena posisinya bertumpuk sempurna dengan benda tersebut. Akibatnya, energi matahari yang diterima suatu wilayah menjadi maksimal karena tidak terhalang oleh sudut datang yang miring, yang secara langsung berdampak pada peningkatan suhu udara.

Potensi Dampak dan Imbauan Kewaspadaan

Meningkatnya suhu udara secara signifikan bukan hanya menimbulkan rasa tidak nyaman, tetapi juga membawa potensi risiko lain yang perlu diwaspadai. BMKG secara khusus mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran di tengah cuaca yang terik ini.

Dari rilis yang sama, dijelaskan bahwa cuaca panas dan kondisi lingkungan yang kering dapat dengan mudah memicu kebakaran. Area dengan vegetasi kering atau tumpukan material yang mudah terbakar seperti sampah menjadi sangat rentan.

Oleh karena itu, warga diimbau untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu percikan api, seperti membakar sampah sembarangan atau membuang puntung rokok yang masih menyala.

Ikuti kami di Google News: Follow Kami

Bagikan Berita Ini