Sudah 9 Kali, Pusat Gempa M 6,5 di Sumenep Terasa Hingga Malang dan Bali

Sumenep Diguncang 7 Kali

Rentetan gempa bumi yang mengguncang wilayah perairan Sumenep, Jawa Timur, terus berlanjut hingga Rabu (1/10/2025) dini hari. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kini telah mencatat total sembilan kali gempa. Rangkaian ini terdiri dari satu gempa utama berkekuatan Magnitudo 6.5 yang diikuti oleh delapan gempa susulan, menandakan aktivitas seismik di zona tersebut masih sangat aktif.

Gempa Utama M 6.5 dan Rentetan Susulan

BMKG mengonfirmasi bahwa gempa utama yang terjadi pada Selasa, 30 September 2025, pukul 23:50 WIB, memiliki kekuatan Magnitudo 6.5. Pusat gempa yang berada di laut ini dipastikan tidak berpotensi tsunami. Guncangan kuat ini kemudian diikuti oleh delapan gempa susulan dengan magnitudo yang lebih kecil, menunjukkan proses pelepasan energi lanjutan pada lempeng tektonik.

Daftar Rangkaian 9 Gempa Sumenep

Berikut adalah rincian waktu dan kekuatan dari rangkaian sembilan gempa yang mengguncang wilayah Sumenep berdasarkan data BMKG yang telah dihimpun hingga pukul 00:50 WIB:

  • 30 Sep, 23:50 WIB – M 6.5 (Gempa Utama)
  • 01 Okt, 00:09 WIB – M 3.2 (Susulan)
  • 01 Okt, 00:11 WIB – M 2.9 (Susulan)
  • 01 Okt, 00:16 WIB – M 4.3 (Susulan)
  • 01 Okt, 00:27 WIB – M 2.7 (Susulan)
  • 01 Okt, 00:29 WIB – M 2.9 (Susulan)
  • 01 Okt, 00:41 WIB – M 3.4 (Susulan)
  • 01 Okt, 00:43 WIB – M 3.6 (Susulan)
  • 01 Okt, 00:49 WIB – M 2.5 (Susulan)

Getaran Meluas Dirasakan di Berbagai Kota Besar

Dampak guncangan dari gempa utama M 6.5 dirasakan secara luas hingga menjangkau kota-kota besar di Jawa Timur bahkan provinsi lain. Laporan dari warganet di media sosial X menunjukkan getaran yang “cukup kuat & lama” terasa di Surabaya, Sidoarjo, Banyuwangi, dan Bali. Luasnya wilayah yang merasakan getaran ini mengonfirmasi besarnya energi yang dilepaskan oleh gempa utama.

Imbauan Resmi dan Kewaspadaan

Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa. Namun, pihak BMKG dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. “Hati-hati terhadap gempa bumi susulan yang mungkin terjadi,” demikian pesan yang disampaikan BMKG. Warga diminta untuk tidak panik, menghindari bangunan yang terlihat retak, serta hanya mempercayai informasi dari sumber resmi untuk mencegah penyebaran berita hoaks.