Soal Wawancara Tes Tahap 2 Asisten Bisnis Kemenop, Cek Formatnya

Redaksi Jurnalzone.id

Diterbitkan:

Contoh Soal Wawancara Asisten Bisnis Kemenkop

JURNALZONE.ID – Peserta yang lolos seleksi Tahap 2 Asisten Bisnis Kementerian Koperasi (Kemenkop) kini menghadapi serangkaian tes lanjutan yang digelar pada 21-22 September 2025. Selain tes penulisan proposal bisnis, salah satu tahapan krusial yang harus dilalui adalah wawancara berbasis video yang dirancang untuk menggali pengalaman profesional para kandidat.

Pelaksanaan wawancara ini sepenuhnya dilakukan secara daring melalui portal seleksi resmi. Berdasarkan informasi dan tangkapan layar yang beredar di kalangan peserta, sistem seleksi menampilkan soal di layar dengan alokasi waktu khusus bagi peserta untuk membacanya. Setelah itu, peserta harus menjawab pertanyaan tersebut secara lisan sementara sistem merekam jawaban mereka dalam format video yang akan tersimpan di web.

Materi yang Ditanyakan saat Wawancara

Soal Kemenkop Wawancara
Contoh Soal Kemenkop Wawancara

Salah satu CONTOH pertanyaan wawancara yang muncul meminta peserta untuk menceritakan pengalaman kerja yang paling sulit atau menekan. Dalam soal tersebut, kandidat juga diminta menjelaskan secara rinci bagaimana mereka mengatasi tantangan itu, serta apa hasil akhir dari upaya yang dilakukan.

Pertanyaan semacam ini dikenal sebagai behavioral question yang bertujuan mengukur kompetensi seseorang berdasarkan pengalaman nyata.

Contoh soal tersebut mengindikasikan bahwa fokus wawancara tidak tertuju pada pengetahuan teknis spesifik tentang koperasi, melainkan pada kompetensi personal dan soft skill. Penilaian ditekankan pada kemampuan kandidat dalam menyelesaikan masalah, mengelola stres, dan menunjukkan resiliensi dalam lingkungan kerja.

Kemampuan ini dinilai sebagai bekal penting bagi seorang Asisten Bisnis yang nantinya akan melakukan pendampingan di lapangan.

Note: Tidak ada soal-soal yang terkait aturan koperasi / perkoperasian. Hanya fokus ke pengalaman kerja.

Tips Menjawab dengan Metode STAR

Untuk merespons pertanyaan berbasis pengalaman seperti di atas, para ahli karir sering merekomendasikan penggunaan metode STAR. Metode ini membantu kandidat memberikan jawaban yang terstruktur, fokus, dan komprehensif. STAR sendiri merupakan singkatan dari:

  • Situation (Situasi): Awali dengan memaparkan konteks atau latar belakang dari tantangan spesifik yang dihadapi secara singkat dan jelas.
  • Task (Tugas): Jelaskan apa peran, tanggung jawab, atau tujuan yang harus Anda capai dalam situasi tersebut.
  • Action (Aksi): Uraikan langkah-langkah konkret dan spesifik yang Anda lakukan untuk menanganinya. Bagian ini adalah inti dari jawaban Anda.
  • Result (Hasil): Sampaikan apa hasil akhir dari tindakan Anda, idealnya dengan menyertakan dampak positif, angka, atau pelajaran yang didapat.

Dengan menggunakan kerangka ini, jawaban yang diberikan menjadi lebih relevan dan mampu menunjukkan kompetensi kandidat secara efektif kepada penyeleksi.

Baca juga: 7 Pilihan Tema Bisnis untuk Tes Tahap 2 Asisten Bisnis Kemenkop

Contoh Jawaban dengan Metode STAR

Soal: “Ceritakan pengalaman paling sulit atau paling menekan yang pernah Anda hadapi di tempat kerja, bagaimana Anda mengatasinya, dan apa hasilnya.”

Jawaban:

“Baik, saya akan ceritakan satu pengalaman relevan.”

  • (Situasi): “Saya pernah memimpin proyek implementasi sistem digital yang menghadapi dua masalah besar mendekati deadline. Ada kendala teknis dari vendor, dan di saat yang sama, para karyawan klien menolak keras sistem baru tersebut karena belum terbiasa dengan teknologi.”
  • (Tugas): “Tugas saya adalah memastikan proyek tetap diluncurkan tepat waktu dan sistem baru tersebut bisa diterima serta digunakan oleh semua karyawan tanpa mengganggu pekerjaan mereka.”
  • (Aksi): “Untuk solusinya, pertama saya bernegosiasi dengan vendor untuk meluncurkan fitur-fitur paling penting terlebih dahulu. Kedua, untuk mengatasi penolakan karyawan, saya melakukan pendekatan personal kepada beberapa karyawan senior agar mereka bisa menjadi contoh, lalu saya memberikan pendampingan penuh di lokasi selama beberapa hari pertama.”
  • (Hasil): “Hasilnya, sistem berhasil berjalan sesuai jadwal dan tingkat adopsi karyawan bahkan melampaui target, mencapai 90% dalam dua minggu. Klien juga melaporkan penurunan kesalahan data hingga 25%. Ini mengajarkan saya pentingnya solusi teknis yang fleksibel dan pendekatan yang humanis.”

Ikuti kami di Google News: Follow Kami

Bagikan Berita Ini