JURNALZONE.ID – Pertandingan dramatis tersaji di Chang Arena saat Buriram United menjamu Gangwon FC dalam lanjutan AFC Champions League Elite, Selasa (9/12/2025) malam WIB. Laga yang berlangsung dengan tempo tinggi tersebut berakhir imbang 2-2 setelah diwarnai aksi saling berbalas gol dan keputusan krusial dari Video Assistant Referee (VAR).
Efektivitas Tim Tamu di Babak Pertama
Meskipun Buriram United tampil dominan sejak menit awal melalui kombinasi serangan Bissoli dan Peter Zulj, justru tim tamu yang berhasil mencuri keunggulan lebih dulu. Gangwon FC bermain efisien dengan mengandalkan transisi rapi untuk meredam agresivitas tuan rumah.
Kebuntuan pecah pada menit ke-33 bermula dari skema bola mati. Sundulan Shin Min-Ha sempat ditepis oleh kiper Neil Etheridge, namun bola muntah langsung disambar oleh Mo Jae-Hyeon untuk mengubah skor menjadi 0-1. Keunggulan tim asal Korea Selatan ini bertahan hingga turun minum berkat pertahanan rapat yang mereka peragakan.
Kebangkitan Buriram dan Sihir Peter Zulj
Memasuki babak kedua, Buriram United langsung tancap gas untuk mengejar ketertinggalan dan berhasil membalikkan keadaan dalam tempo tujuh menit. Peter Zulj menjadi aktor utama di balik kebangkitan Thunder Castle dengan dua assist matangnya.
Pada menit ke-58, umpan bola mati Zulj sukses disundul oleh Ko Myeong-Seok untuk menyamakan kedudukan. Tak lama berselang, tepatnya menit ke-65, Zulj kembali mengirimkan operan mendatar yang dituntaskan dengan sempurna oleh Suphanat Mueanta, membuat stadion bergemuruh menyambut keunggulan 2-1.
Drama VAR Gagalkan Kemenangan Tuan Rumah
Momentum kemenangan Buriram harus buyar akibat insiden di kotak terlarang pada menit ke-68. Kontak fisik antara pemain Buriram dan Park Ho-Yeong memaksa wasit meninjau tayangan ulang melalui VAR.
Keputusan tegas diambil wasit dengan menunjuk titik putih untuk Gangwon FC. Kim Dae-Won yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan dingin pada menit ke-74, mengirim bola ke pojok bawah kanan gawang dan memaksakan hasil imbang 2-2.
Di sisa waktu pertandingan, kedua tim saling jual beli serangan, termasuk peluang Bissoli yang membentur tiang gawang. Namun, hingga peluit panjang berbunyi, skor sama kuat tetap bertahan.