Sempat Dihapus, Spotify Hidupkan Kembali Fitur Chat

Redaksi Jurnalzone.id

Diterbitkan:

Fitur Chat Spotify

JURNALZONE.IDSpotify mengumumkan peluncuran fitur perpesanan atau chat baru bernama ‘Messages’ yang terintegrasi langsung di dalam aplikasi. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk berbagi lagu, podcast, dan audiobook dengan teman tanpa perlu beralih ke platform lain.

Fitur yang mulai diuji coba di beberapa negara untuk pengguna usia 16 tahun ke atas, baik pelanggan gratis maupun Premium ini, menandai kembalinya fungsi serupa yang pernah dihapus pada 2017. Dilansir dari situs resmi Spotify, Rabu (27/8/2025), tujuan utamanya adalah membuat momen berbagi rekomendasi menjadi lebih mulus dan efisien di dalam ekosistem Spotify.

Cara Kerja dan Kemudahan Berbagi

Pengguna dapat memulai percakapan dengan mudah melalui ikon ‘Bagikan’ pada tampilan Now Playing. Setelah memilih teman, pengguna dapat langsung mengirim konten disertai teks atau emoji. Spotify secara otomatis akan menyarankan kontak berdasarkan interaksi sebelumnya, seperti anggota dalam playlist bersama atau akun paket Duo dan Family.

Semua percakapan akan tersimpan dalam sebuah kotak masuk (inbox) yang dapat diakses melalui foto profil di pojok kiri atas. “Pengguna Spotify telah memberitahu kami bahwa mereka menginginkan ruang khusus di dalam aplikasi untuk berbagi lagu, podcast, atau audiobook yang mereka sukai,” jelas Spotify dalam pernyataan resminya.

Strategi Jaga Pengguna Tetap di Ekosistem

Peluncuran kembali fitur ini didasari optimisme tinggi, mengingat basis pengguna Spotify telah melonjak menjadi 696 juta pengguna aktif bulanan. Dirangkum dari GSMArena, langkah ini dinilai sebagai upaya strategis untuk meningkatkan keterlibatan (engagement) dan memperkuat kebiasaan berbagi rekomendasi atau word-of-mouth digital.

Spotify menegaskan bahwa fitur Messages dirancang untuk melengkapi, bukan menggantikan, aplikasi perpesanan populer seperti WhatsApp atau TikTok. Tujuannya adalah menjaga agar interaksi seputar konten audio tetap berlangsung secara otentik di dalam platform mereka. Bagi artis dan kreator, fitur ini membuka peluang baru agar karya mereka lebih mudah tersebar secara organik.

Komitmen Privasi dan Keamanan Pengguna

Spotify menempatkan kontrol penuh di tangan pengguna. Pengguna memiliki pilihan untuk menerima atau menolak permintaan pesan, memblokir akun lain, atau menonaktifkan fitur ini sepenuhnya melalui menu Pengaturan. Setiap percakapan juga dilindungi dengan enkripsi standar industri, baik saat data disimpan maupun saat dikirimkan.

Untuk memastikan lingkungan yang aman, Spotify akan menggunakan teknologi deteksi proaktif untuk memindai konten berbahaya dan menindaklanjuti setiap laporan dari pengguna. “Pendekatan dua lapis ini membantu kami menawarkan lingkungan yang lebih aman sambil tetap menghormati privasi pengguna,” tutup pernyataan tersebut.

Terus ikuti berita terbaru seputar pembaruan aplikasi dan dunia teknologi digital hanya di Jurnalzone.id.

Ikuti kami di Google News: Follow Kami

Bagikan Berita Ini