Sempat Anjlok Pagi Hari, IHSG Berhasil Bangkit di Sesi II Hari Ini

Sempat Anjlok Pagi Hari, IHSG Berhasil Bangkit di Sesi II Hari Ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menunjukkan momentum pembalikan arah (rebound) pada perdagangan sesi kedua hari ini. Berdasarkan data bursa pada Rabu, 04 Februari 2026 pukul 14.32 WIB, indeks terpantau menguat tipis 0,11% atau bertambah 8,82 poin ke level 8.131,41.

Volatilitas Tinggi IHSG di Dua Zona

Pergerakan indeks sepanjang hari ini tercatat sangat fluktuatif dengan kecenderungan bergerak di dua zona. Setelah mengawali perdagangan dengan pembukaan di level 8.121,03, IHSG sempat mengalami tekanan hebat hingga merosot ke titik terendah harian di level 8.050,40.

Namun, memasuki sesi kedua, indeks perlahan merangkak naik dan sempat menyentuh level tertinggi di angka 8.194,68. Hingga sore hari, tercatat sebanyak 269 saham mengalami kenaikan, 418 saham melemah, dan 127 saham lainnya berada di posisi stagnan.

Tekanan Regional dan Pelemahan Nilai Tukar Rupiah

Momentum rebound IHSG ini terjadi di tengah kondisi bursa kawasan Asia yang umumnya bergerak mixed dengan bias melemah akibat terseret penurunan sektor teknologi. Indeks Nikkei dilaporkan merosot 0,85%, sementara Hang Seng turun 0,41% mengekor koreksi di Wall Street semalam.

Di sisi lain, nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat (AS) siang ini masih dalam kondisi tertekan. Mata uang Garuda melemah 0,09% atau turun 15 poin ke level Rp16.770 per Dollar AS dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di level Rp16.755.

Sentimen pasar global saat ini dipengaruhi oleh sikap investor yang mencermati arah kebijakan The Fed serta risiko shutdown Pemerintah Amerika Serikat. Meskipun Dollar AS di pasar uang Asia cenderung melandai, Rupiah tetap terkoreksi mendekati level terendah dalam sepekan terakhir.

Analisis Teknikal dan Proyeksi Pergerakan Indeks

Analis dari Vibiz Research Center melihat IHSG saat ini sedang berkonsolidasi dalam bias naik dengan mengacu pada fundamental bursa kawasan. Secara teknikal, area resistance mingguan saat ini berada pada level 8.596 dan 9.058.

Jika indeks kembali menemui tekanan jual di level saat ini, area support diperkirakan akan menguji level 7.742. Apabila level tersebut tertembus, maka target penurunan selanjutnya diproyeksikan berada pada level 7.481.

Mau berita terbaru? Ikuti Jurnalzone.id di Google News Sekarang!