JURNALZONE.ID – Nasib mujur menghampiri Nisa pramugari gadungan yang sempat viral karena aksi nekatnya menyamar sebagai kru Batik Air. Wanita bernama lengkap Khairun Nisa (23) ini justru mendapat tawaran beasiswa pendidikan gratis dari Aeronef Academy yang berbasis di Kediri, Jawa Timur, pada Selasa (13/1).
Pihak Aeronef Academy mengumumkan niat baik mereka melalui akun media sosial resminya. Mereka mengaku tersentuh dengan perjuangan Nisa yang ingin membahagiakan orang tua, meski sempat menempuh cara yang salah.
“Beberapa waktu lalu, kita semua mendengar kisah Kak Nisa dari Palembang. Perjuangan dan semangatnya untuk membahagiakan orang tua sangat menyentuh hati. Kami di Aeronef Indonesia percaya bahwa niat baik layak mendapatkan jalan yang tepat,” tulis Aeronef Academy.
Pernyataan tersebut menunjukkan simpati mendalam dari lembaga pelatihan ini. Mereka ingin mengarahkan semangat Nisa ke jalur yang benar agar tidak lagi melanggar hukum penerbangan.
Tawaran Pendidikan Resmi
Aeronef Academy menegaskan komitmennya untuk membantu Nisa mendapatkan legalitas dalam profesi yang diimpikannya. Mereka siap memberikan pelatihan penuh agar Nisa pramugari yang semula hanya ‘peran’ bisa menjadi kenyataan profesional.
“Kami ingin membantu Kak Nisa mewujudkan mimpi mengenakan seragam pramugari yang sesungguhnya dengan bekal ilmu dan sertifikasi resmi,” tambahnya.
Langkah ini menjadi kesempatan kedua bagi warga Muara Kuang, Sumatera Selatan tersebut untuk memperbaiki citra dirinya dan mengejar karier dengan bekal lisensi yang sah.
Pengakuan Jujur Nisa
Sebelumnya, kasus ini bermula saat Nisa menyusup dalam penerbangan Batik Air rute Palembang-Jakarta nomor ID 70-508 pada Selasa (6/1). Dalam video klarifikasinya, ia mengakui telah menggunakan identitas palsu.
“Saya menggunakan atribut pramugari beserta seragamnya, dan sesungguhnya saya bukanlah pramugari Batik Air,” katanya.
Pengakuan tersebut menegaskan bahwa ia sadar aksinya mengenakan atribut lengkap maskapai adalah tindakan yang keliru dan bukan merupakan pegawai resmi Lion Group.
Permintaan Maaf Tanpa Paksaan
Nisa pun telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada pihak maskapai. Ia memastikan bahwa video permintaan maaf yang dibuatnya murni atas kesadaran pribadi.
“Dengan ini saya memohon minta maaf sebesar-besarnya kepada pihak maskapai Batik Air maupun Lion Group. Dengan video ini, saya membuat pernyataan sesungguhnya tanpa paksaan dari pihak mana pun,” kata Nisa.
Kisah Nisa pramugari ini menjadi pengingat penting bahwa impian harus dikejar dengan cara yang legal. Kini, publik menunggu langkah selanjutnya dari Nisa untuk menyambut tawaran emas tersebut.





