JURNALZONE.ID – Lando Norris akhirnya resmi menahbiskan diri sebagai Juara Dunia Formula 1 2025. Kepastian ini didapat setelah pembalap berusia 26 tahun tersebut finis di posisi ketiga pada Grand Prix Abu Dhabi di Sirkuit Yas Marina, Minggu (7/12/2025).
Pencapaian ini tidak hanya menjadikannya pembalap Inggris ke-11 yang meraih gelar prestisius tersebut sejak era 1950-an, tetapi juga menjadi momen pembuktian diri untuk meruntuhkan segala stigma negatif yang selama ini melekat padanya.
Mematahkan Stigma dan Julukan Negatif
Perjalanan Norris menuju puncak tidaklah mulus. Sepanjang kariernya, ia kerap menghadapi keraguan publik, mulai dari label “rentan secara mental” hingga cemoohan sebagai pembalap yang kariernya dibiayai oleh sang ayah yang kaya raya. Di dunia maya, warganet bahkan sempat menyematkan julukan menyakitkan ‘Lando No-Wins’ lantaran rekornya yang memegang podium terbanyak tanpa kemenangan (15 kali) dalam 110 balapan pertamanya.
Namun, narasi tersebut berhasil ia balikkan secara total musim ini. Norris membuktikan mentalitas juaranya dengan memenangi seri pembuka di Melbourne dari posisi pole position. Statistik mencatat, dari tujuh kemenangannya di musim 2025, lima di antaranya dikonversi dengan sempurna dari posisi start terdepan.
Etos Kerja di Balik Privilese
Kerap disorot karena latar belakang ayahnya, Adam Norris, yang memiliki kekayaan lebih dari 200 juta poundsterling, Lando sering dianggap “membeli” kursi balap. Kendati demikian, kekayaan tersebut tidak menggantikan kerja kerasnya di lintasan. Norris dikenal memiliki kebiasaan unik yang jarang dilakukan pembalap utama lainnya, yaitu turut membantu mekanik membongkar mobil dan berkemas usai balapan sejak masa awalnya bersama McLaren.
Kedewasaan Mental Menjadi Kunci
Transformasi mental Norris menjadi sorotan utama tim McLaren tahun ini. CEO McLaren, Zak Brown, mengungkapkan adanya perubahan signifikan dalam cara Norris menangani tekanan dan kegagalan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Ketahanan, kedewasaan, dan ketenangan. Meskipun dia masih saja pemarah. Dia pulih lebih cepat dibandingkan tahun lalu. Dia mampu memilah perasaannya saat frustrasi dan bangkit dengan sangat cepat sekarang,” ujar Brown menjelaskan perkembangan mentalitas pembalap andalannya tersebut.
Kini, Norris tampil sebagai ikon baru Formula 1 yang merepresentasikan Generasi Z: terbuka mengenai kesehatan mental namun tangguh di lintasan. Ia bukan lagi sosok yang berada di bawah bayang-bayang rival sekaligus sahabatnya, Max Verstappen, melainkan seorang juara dunia yang telah mengukir sejarahnya sendiri bersama McLaren.