JURNALZONE.ID – Samsung Galaxy S26 Ultra dirumorkan akan mengambil langkah besar dengan kembali menggunakan prosesor buatan sendiri, Exynos 2600. Kabar ini mengejutkan industri, mengingat seri Ultra selama ini hampir selalu identik dengan chip Snapdragon terbaru dari Qualcomm.
Jika rumor ini valid, ini menandai kembalinya Exynos ke varian flagship tertinggi Samsung setelah Galaxy S22 Ultra tiga tahun lalu. Padahal, kemitraan Samsung dan Qualcomm baru saja diperbarui di Snapdragon Summit 2025, yang memprediksi S26 Ultra akan memakai Snapdragon 8 Elite Gen 5 ‘for Galaxy’.
Upaya Penebusan Exynos
Samsung tampaknya kembali percaya diri dengan kemampuan chip internalnya. Selama bertahun-tahun, prosesor Exynos kerap mendapat kritik karena dianggap lebih lambat dan mudah panas (overheat) dibandingkan chip Snapdragon setara.
Upaya ini bukan tanpa hambatan. Samsung Foundry sebelumnya menghadapi masalah yield (hasil produksi) yang buruk pada Exynos 2500. Masalah ini membuat chip tersebut gagal debut di seri Galaxy S25 dan baru hadir di Samsung Galaxy Z Flip7 tahun ini.
Bocoran Performa Exynos 2600
Dilansir dari phoneArena, Exynos 2600 menjanjikan performa yang sangat tinggi. Chip ini dilaporkan dirancang menggunakan fabrikasi 2nm generasi kedua dari Samsung. Teknologi ini diklaim lebih hemat daya dan efisien dibanding prosesor lain yang masih berbasis 3nm, termasuk Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan Apple A19 Pro.
Diklaim Ungguli Apple dan Snapdragon
Bocoran skor benchmark yang beredar menunjukkan keunggulan signifikan Exynos 2600. Dibandingkan dengan Apple A19 Pro yang diprediksi dipakai iPhone 17 Pro, chip Samsung ini diklaim 6 kali lebih cepat untuk pemrosesan AI, 15 persen lebih kencang di multi-core, dan 75 persen lebih kuat dalam urusan grafis.
Performa Snapdragon 8 Elite Gen 5 juga disebut terlewati. Exynos 2600 diklaim 30 persen lebih cepat soal AI dan 29 persen lebih bertenaga di sisi GPU.
Detail Teknis dan Manajemen Panas
Secara teknis, Exynos 2600 disebut mengusung CPU 10-core dengan salah satu performance-core memiliki clock-speed 3,8 GHz. Samsung juga dikabarkan memakai model 5G terpisah, yang memberi ruang lebih luas bagi system on chip (SoC) untuk unit GPU dan AI.
Untuk mengatasi masalah panas yang dulu menghantui Exynos, Samsung kabarnya menerapkan teknologi pendingin Fan-out Wafer Level Packaging (FOWLP) dan Heat Pass Block (HPB) agar performa tetap stabil dan tidak overheat.
Jika bocoran performa ini akurat, kemunculan Exynos 2600 di Galaxy S26 Ultra akan menjadi momen pembuktian kemampuan Samsung dalam merancang chip mandiri, menyaingi dominasi Apple dan Qualcomm di pasar premium.





