Sam Altman Tawarkan Gaji Rp9,2 Miliar untuk Posisi Strategis Kepala Kesiapsiagaan di OpenAI

Redaksi Jurnalzone.id

Diterbitkan:

JURNALZONE.ID – Menjelang penutupan tahun 2025, OpenAI, perusahaan pionir dalam pengembangan kecerdasan buatan, kembali menghebohkan dengan membuka peluang karier yang sangat menggiurkan. Mereka tengah gencar mencari individu bertalenta untuk mengisi posisi krusial “Head of Preparedness” dengan tawaran kompensasi yang fantastis.

Langkah strategis ini diumumkan sebagai bagian dari misi ambisius OpenAI untuk secara proaktif mengelola berbagai potensi risiko dan dampak yang mungkin timbul dari produk-produk AI inovatif mereka.

Tawaran gaji yang sangat kompetitif mencapai USD550 ribu per tahun, atau sekitar Rp9,2 miliar, ditambah lagi dengan kepemilikan saham perusahaan.

Tanggung Jawab Besar di Balik Gaji Fantastis

Bos OpenAI, Sam Altman, tidak menutupi bahwa posisi ini menuntut tingkat komitmen yang sangat tinggi serta kesiapan mental menghadapi tekanan ekstrem. Kandidat yang berhasil harus siap untuk langsung terjun menangani situasi kompleks sejak hari pertama bekerja.

Tugas utama dari ‘Head of Preparedness’ berfokus pada mitigasi dampak negatif yang mungkin dihasilkan oleh produk AI OpenAI, seperti ChatGPT dan Sora. Ini mencakup penanganan isu-isu kesehatan mental pengguna, potensi misinformasi, hingga penguatan pertahanan keamanan siber pada seluruh infrastruktur platform.

Meningkatnya Kekhawatiran Terhadap Risiko AI

Upaya rekrutmen eksekutif keamanan ini secara jelas mencerminkan semakin besarnya kekhawatiran global terhadap potensi risiko inheren yang dibawa oleh teknologi AI. Risiko-risiko tersebut berpotensi mengganggu operasional perusahaan dan merusak reputasi yang telah dibangun.

Sebuah laporan analisis mendalam dari Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) yang dilakukan oleh perusahaan AlphaSense mengungkap fakta mencengangkan. Dalam kurun waktu 11 bulan pertama tahun 2025 saja, tercatat ada 418 perusahaan yang mengalami kerusakan reputasi signifikan akibat faktor risiko terkait AI.

Risiko ini meliputi penggunaan dataset AI yang mengandung bias, informasi yang mengancam keamanan, hingga potensi eksploitasi celah siber. Kondisi ini menekankan urgensi mutlak untuk memiliki peran yang secara khusus dan proaktif menangani mitigasi berbagai bentuk bahaya AI.

Visi Sam Altman untuk Keamanan AI

Sam Altman secara terbuka mengakui bahwa model-model AI sedang berkembang dengan kecepatan luar biasa, kini mampu melakukan banyak hal hebat dan inovatif. Namun, ia juga secara gamblang menyatakan bahwa kemajuan ini turut memunculkan beberapa tantangan nyata yang kompleks.

Melalui postingan media sosialnya pada Selasa, 23 Desember 2025 WIB, Altman secara langsung mengajak para ahli keamanan untuk bergabung. Ia mencari individu yang berkomitmen membantu dunia memahami cara memberdayakan ahli keamanan siber dengan kemampuan AI terdepan, sekaligus memastikan tidak ada pihak penyerang yang menyalahgunakannya, demi menciptakan sistem AI yang lebih aman secara keseluruhan.

Transisi di Posisi Kunci OpenAI

Sebelumnya, peran vital ‘Head of Preparedness’ diisi oleh Aleksander Madry, yang pada tahun lalu dialihkan ke peran yang lebih berfokus pada penalaran AI. Pergeseran ini mengindikasikan kebutuhan OpenAI akan spesialisasi yang lebih tajam dan mendalam dalam mengelola risiko secara komprehensif.

Oleh karena itu, OpenAI kini aktif mencari kandidat baru yang tidak hanya memiliki kualifikasi tinggi tetapi juga sangat sesuai dengan ekspektasi dan tantangan tugas yang ada. Penempatan pemimpin baru ini akan sangat krusial bagi keberlanjutan inovasi yang bertanggung jawab di OpenAI.

Kesempatan emas ini terbuka lebar bagi siapa saja yang merasa memiliki kualifikasi, keahlian, dan kesiapan untuk mengemban tugas berat ini. OpenAI menyambut pelamar dari berbagai latar belakang dan negara, mengingat daya tarik gaji dan posisi strategisnya dalam membentuk masa depan AI yang aman dan bertanggung jawab.

Ikuti kami di Google News: Follow Kami

Bagikan Berita Ini