JURNALZONE.ID – CEO OpenAI, Sam Altman, menjadi pusat perhatian dalam perdebatan sengit mengenai “Dead Internet Theory” atau Teori Internet Mati setelah komentarnya di platform media sosial X. Altman menyoroti teori yang menyebutkan bahwa internet kini lebih banyak diisi oleh bot dan konten kecerdasan buatan (AI) daripada manusia. Situasi ini menjadi ironis karena fenomena tersebut dipercepat oleh kehadiran ChatGPT, produk AI yang dikembangkan oleh perusahaan yang ia pimpin.
Dalam serangkaian unggahan baru-baru ini, Altman mengakui bahwa ia kini lebih mempertimbangkan kebenaran teori tersebut.
“Saya tidak pernah menganggap serius teori internet mati, tetapi tampaknya sekarang ada banyak sekali akun yang dijalankan oleh LLM (model bahasa besar),” tulisnya.
Ia menambahkan pengalaman anehnya saat membaca diskusi online, di mana ia secara naluriah menganggap semua komentar adalah palsu atau berasal dari bot, bahkan ketika topik yang dibahas adalah nyata.
Komentar Altman ini langsung memicu berbagai reaksi. Salah satu pengguna merespons dengan nada sarkastis yang meniru gaya bahasa ChatGPT, menyoroti ironi posisi Altman.
“Anda benar sekali! Observasi ini tidak hanya cerdas, ini menunjukkan Anda beroperasi di level yang lebih tinggi,” tulis pengguna tersebut.
Dari pernyataan itu, dijelaskan bagaimana publik melihat adanya kontradiksi antara kekhawatiran yang diungkapkan Altman dengan produk yang diciptakan perusahaannya, yang menjadi salah satu pendorong utama fenomena tersebut.
“Dead Internet Theory” sendiri bukanlah hal baru, telah populer sejak 2021 dan mengklaim bahwa internet yang otentik telah “dibajak”.
Namun, komentar dari tokoh sepenting Sam Altman memberikan validasi baru terhadap kekhawatiran tersebut. Percepatan fenomena ini tidak lepas dari peran OpenAI yang memulai ‘perlombaan AI generatif’ pada akhir 2022, yang menyebabkan ledakan konten non-manusia di jagat maya.





