CEO OpenAI, Sam Altman, memberikan reaksi keras terhadap kampanye iklan rivalnya, Anthropic, yang disiapkan untuk ajang Super Bowl LX. Melalui unggahan panjang di platform X pada 4 Februari 2026, Altman menyebut iklan tersebut “funny” namun “clearly dishonest”.
Anthropic merilis rangkaian iklan, termasuk satu tayangan yang dijadwalkan mengudara saat Super Bowl LX pada 8 Februari 2026 mendatang. Kampanye ini menyindir konsep kemunculan iklan di dalam chatbot AI yang dianggap mengganggu kenyamanan pengguna.
Cuplikan iklan tersebut menampilkan sosok AI generik yang tiba-tiba muncul di tengah interaksi sensitif pengguna. Gangguan ini terjadi saat sesi terapi, pemberian saran kebugaran, perencanaan bisnis, hingga bantuan pekerjaan rumah demi menyampaikan iklan produk.
Anthropic menyertakan slogan tegas dalam kampanyenya, yakni “Ads are coming to AI. But not to Claude.” Narasi ini secara gamblang menyerang kebijakan yang diambil oleh kompetitor utamanya, OpenAI.
Iklan tersebut merujuk langsung pada pengumuman OpenAI pada Januari 2026 terkait pengujian iklan pada layanan mereka. OpenAI menyatakan mulai menguji penayangan iklan di versi gratis ChatGPT dan layanan baru ChatGPT Go seharga $8/bulan di Amerika Serikat (AS).
Sindiran Anthropic dan Respons Menohok Sam Altman
Sam Altman sebelumnya telah menegaskan bahwa iklan di platformnya akan diberi label yang jelas dan terpisah dari percakapan utama. Ia menjamin iklan tidak akan merusak integritas jawaban model dan data percakapan tetap terjaga privasinya dari pengiklan.
Dalam unggahan di X, Altman awalnya mengakui unsur hiburan dalam konten tersebut dengan menuliskan pesan pembuka. “First, the good part of the Anthropic ads: they are funny, and I laughed,” ungkap Altman mengawali tanggapannya.
Namun, ia segera mempertanyakan motif di balik penggambaran tersebut yang dianggapnya tidak akurat. “But I wonder why Anthropic would go for something so clearly dishonest,” tulis Altman melanjutkan kritiknya terhadap narasi iklan tersebut.
Altman menjelaskan bahwa prinsip terpenting OpenAI dalam beriklan adalah tidak melakukan hal-hal yang digambarkan oleh Anthropic. Ia menegaskan pihaknya tidak akan menjalankan iklan dengan cara yang mengganggu seperti dalam tayangan tersebut.
Tuduhan Doublespeak dan Strategi Monetisasi AI
Bos OpenAI ini juga menambahkan pembelaan bahwa timnya memahami keinginan pengguna dengan sangat baik. “We are not stupid and we know our users would reject that,” tegas Altman dalam pernyataan resminya di media sosial.
Ia melabeli pendekatan Anthropic sebagai “on brand for Anthropic doublespeak to use a deceptive ad to critique theoretical deceptive ads that aren’t real,”. Altman juga menyayangkan penggunaan panggung Super Bowl untuk taktik semacam itu.
Selain itu, Altman membandingkan model bisnis kedua perusahaan dengan menonjolkan skala akses gratis ChatGPT yang lebih luas. Hal ini berbanding terbalik dengan posisi Claude yang memilih jalur tanpa dukungan iklan sama sekali.
Perselisihan ini mempertegas dinamika persaingan yang semakin tajam di sektor kecerdasan buatan, terutama dalam hal model monetisasi. OpenAI memilih layanan gratis yang didukung iklan untuk menjangkau jutaan orang, sementara Anthropic memposisikan Claude sebagai “space to think” yang bebas iklan.