Sam Altman Sebut Customer Service Jadi Korban Pertama Disrupsi AI

Redaksi Jurnalzone.id

Diterbitkan:

Customer Service dan Distrupsi AI

JURNALZONE.ID – CEO OpenAI, Sam Altman, menyatakan keyakinannya bahwa kecerdasan buatan (AI) akan secara drastis mengubah pasar tenaga kerja global. Dalam sebuah wawancara bersama Tucker Carlson, Altman secara spesifik menyebut sektor layanan pelanggan atau customer service sebagai bidang pertama yang akan merasakan dampak signifikan dari otomatisasi oleh AI.

Menurut Altman, pergeseran besar di pasar kerja akibat teknologi bukanlah fenomena baru. Ia merujuk pada data historis yang menunjukkan bahwa sekitar 50% jenis pekerjaan mengalami perubahan signifikan setiap 75 tahun.

Namun, ia menekankan bahwa kehadiran AI akan mempercepat siklus perubahan tersebut secara masif, sebuah momen yang ia sebut sebagai “punctuated equilibria”, di mana perubahan besar terjadi dalam waktu yang sangat singkat.

Dilansir dari rangkuman wawancara tersebut, Altman menegaskan prediksinya mengenai peran AI di masa depan.

Banyak dukungan pelanggan akan dilakukan AI,” katanya.

Dari pernyataan tersebut, dijelaskan bahwa tugas-tugas yang selama ini ditangani oleh manusia di bidang layanan pelanggan akan banyak dialihkan ke sistem berbasis AI yang lebih efisien.

Meskipun demikian, tidak semua profesi akan terancam. Altman berpendapat pekerjaan yang membutuhkan koneksi manusia yang mendalam, seperti perawat, cenderung lebih aman karena interaksi emosional sulit digantikan. Sebaliknya, nasib profesi seperti programmer masih belum pasti. Walaupun AI dapat meningkatkan produktivitas mereka, jumlah kebutuhan tenaga kerja di bidang tersebut di masa depan masih menjadi pertanyaan besar.

Pandangan ini memicu perdebatan di kalangan para ahli. Adam Dorr dari RethinkX memberikan perbandingan suram, menyamakan nasib pekerja dengan kuda di era penemuan mobil.

Namun, Ethan Mollick lebih optimistis dengan menyatakan, “Kita dapat pekerjaan lebih baik, tapi ada gangguan jangka pendek.”

Di sisi lain, sejarawan Brian Merchant mengingatkan pada pemberontakan Luddite di awal abad ke-19, di mana Revolusi Industri justru mengganti peran pekerja terampil dengan buruh pabrik berupah rendah yang hanya menguntungkan pemilik modal.

Ikuti kami di Google News: Follow Kami

Bagikan Berita Ini