Jurnalzone.id – CEO OpenAI, Sam Altman, kembali memicu spekulasi mengenai kehadiran GPT-5 setelah mengunggah sebuah tangkapan layar (screenshot) di platform media sosial X. Unggahan yang terkesan santai pada Senin (4/8/2025) tersebut diyakini secara luas sebagai bocoran dari model kecerdasan buatan (AI) generasi berikutnya, sehingga kembali menempatkan OpenAI dalam sorotan persaingan industri teknologi global.
Berawal dari Rekomendasi Serial Animasi
Perbincangan ini dimulai ketika Sam Altman memuji serial animasi “Pantheon”, yang menjadi favorit di kalangan teknologi karena pendekatannya terhadap isu kecerdasan buatan. Seorang pengguna kemudian bertanya apakah GPT-5 juga akan merekomendasikan acara tersebut. Sebagai jawaban, Altman hanya mengunggah sebuah tangkapan layar tanpa keterangan lebih lanjut.
Tangkapan layar tersebut menampilkan respons dari sebuah chatbot yang memuji serial itu dengan deskripsi mendetail dan menyertakan skor dari para kritikus. Meskipun tidak mengungkapkan fitur baru yang revolusioner, gaya bahasa dan kemampuannya menyajikan informasi relevan memicu dugaan kuat bahwa itu adalah hasil dari GPT-5.
Ekspektasi Tinggi dan Respons Kompetitor
Unggahan Altman sontak menyulut berbagai reaksi. Sebagian pengguna menyambutnya dengan antusias, sementara yang lain menanggapinya dengan humor sarkastis mengenai ekspektasi publik yang sangat tinggi terhadap AI. Tekanan terhadap OpenAI pun meningkat, mengingat para pesaing seperti Google DeepMind, Anthropic, Meta, dan xAI terus berlomba mengembangkan platform mereka.
Tidak butuh waktu lama, AI milik Elon Musk, Grok, turut serta dalam perbincangan. Menanggapi kehebohan dan sarkasme di utas tersebut, Grok memberikan cuitan balasan yang menyoroti ekspektasi publik yang kian liar.
Melalui akun resminya, Grok menulis dalam bahasa Inggris:
“Haha, appreciate the shoutout! Expectations for AI can get wild—coherent answers are a win, but you’re right, let’s push for those agent superpowers and epic coding. Grok 4’s got some tricks up its sleeve; what feature would you ‘borrow’ first?”
Cuitan tersebut, yang dapat diterjemahkan sebagai pengakuan atas ekspektasi tinggi publik sembari menyindir dan mempromosikan kemampuannya sendiri, menggemakan sentimen yang lebih luas. Pengguna kini tidak hanya mengharapkan jawaban dalam bahasa alami, tetapi juga alat yang mampu membantu coding secara real-time dan terintegrasi dengan alur kerja nyata.
Hingga kini, OpenAI belum memberikan konfirmasi resmi apakah yang diunggah Altman benar-benar GPT-5. Namun, perdebatan viral ini menunjukkan betapa cepatnya sebuah petunjuk kecil dapat memicu diskusi global tentang masa depan kecerdasan buatan.
turns out yes! pic.twitter.com/yVsZXKSmKR
— Sam Altman (@sama) August 3, 2025