Sam Altman Jelaskan Kompas Moral dan Spiritual dari ChatGPT

Redaksi Jurnalzone.id

Diterbitkan:

Sam Altman and Carlson

JURNALZONE.ID – CEO OpenAI, Sam Altman, menepis anggapan bahwa ChatGPT memiliki sifat “ilahi” atau spiritual, seperti yang dilontarkan oleh pewawancara Tucker Carlson. Dalam sebuah diskusi mendalam, Altman menegaskan bahwa kecerdasan buatan tersebut dirancang sebagai cerminan dari “kolektif seluruh umat manusia,” lengkap dengan sisi baik dan buruknya.

Pernyataan ini muncul sebagai tanggapan atas deskripsi Carlson yang menyebut keluaran ChatGPT memiliki “percikan kehidupan” dan dianggap sebagai semacam “oracle” atau bahkan “agama” oleh banyak penggunanya.

“Tidak, bagi saya sama sekali tidak ada yang terasa ilahi atau spiritual tentang itu. Tapi saya juga, yah, seorang kutu buku teknologi. Dan saya cenderung melihat segalanya melalui lensa itu,” kata Altman, menolak gagasan tersebut.

Sam Altman tidak menyangkal bahwa ChatGPT memiliki struktur moral, namun ia menjelaskan bahwa moralitas itu bukanlah dalam pengertian absolut atau biblikal.

Sebaliknya, AI tersebut merupakan rata-rata statistik dari seluruh pengetahuan dan perilaku etis manusia yang menjadi data pelatihannya.

“Kami melatih ini untuk menjadi seperti kolektif dari seluruh umat manusia,” jelasnya.

“Jika kami melakukan pekerjaan kami dengan benar… beberapa hal akan kami rasakan sangat baik, beberapa hal akan kami rasakan buruk. Semuanya ada di sana.”

Ketika didesak mengenai siapa yang menentukan batasan moral AI, Altman mengakui bahwa OpenAI memang harus menetapkan “batasan absolut”.

Sebagai bentuk transparansi, ia menunjuk pada dokumen “spesifikasi model” (model spec), yang menguraikan perilaku dan standar moral yang dituju untuk ChatGPT. “Kami mencoba menuliskan semua ini… Orang-orang perlu tahu,” tambahnya.

Ikuti kami di Google News: Follow Kami

Bagikan Berita Ini