Sam Altman Butuh Triliunan Dolar untuk Infrastruktur AI

Redaksi Jurnalzone.id

Diterbitkan:

Sam Altman Sebut Hype AI Mirip Gelembung Dot Com

JURNALZONE.ID – CEO OpenAI, Sam Altman, mengungkapkan rencana ambisius untuk menghabiskan dana triliunan dolar AS guna membangun infrastruktur yang diperlukan untuk pengembangan dan operasional layanan kecerdasan buatan (AI). Dalam sebuah diskusi bersama wartawan pada hari Kamis, Altman menyatakan bahwa OpenAI sedang merancang cara baru untuk mendanai pengeluaran masif tersebut, sambil mengakui adanya kesalahan dalam peluncuran produk terbaru GPT-5 dan membandingkan euforia AI saat ini dengan gelembung dot-com.

Altman menegaskan bahwa investasi skala besar untuk membangun pusat data (data center) merupakan sebuah keniscayaan dalam waktu dekat. Ia mengantisipasi adanya kritik dari para ekonom terhadap rencana belanja fantastis ini, namun ia tidak akan terpengaruh.

“Anda harus mengantisipasi OpenAI akan menghabiskan triliunan dolar untuk pembangunan pusat data dalam ‘waktu yang tidak terlalu lama’,” kata Altman. “Dan Anda harus mengantisipasi sekelompok ekonom akan merasa cemas dan berkata, ‘Ini sangat gila, sangat sembrono,’ dan sebagainya. Dan kami hanya akan berkata, ‘Anda tahu? Biarkan kami melakukan tugas kami.’”

Instrumen Keuangan Baru dan Potensi IPO

Untuk mendanai proyek raksasa tersebut, Altman menyebut OpenAI sedang merancang sebuah instrumen finansial yang inovatif. Rencana ini melampaui proyek infrastruktur Stargate senilai $500 miliar yang sebelumnya diumumkan bersama SoftBank dan Oracle.

“Saya menduga kita bisa merancang jenis instrumen keuangan baru yang sangat menarik untuk pembiayaan dan komputasi yang belum pernah ada di dunia,” ujarnya. “Kami sedang mengerjakannya.”

Dilansir dari Bloomberg News, sebagian dari jalur pendanaan tersebut kemungkinan besar akan mencakup penawaran saham perdana (IPO) di masa depan, meskipun Altman menolak memberikan linimasa yang spesifik.

“Saya rasa suatu hari nanti kami harus menjadi perusahaan publik, mungkin,” katanya, namun ia juga menambahkan bahwa dirinya merasa tidak terlalu cocok untuk menjadi CEO perusahaan publik.

Euforia AI Mirip Gelembung Dot-Com

Altman menarik paralel antara hiruk pikuk investasi AI saat ini dengan gelembung dot-com pada akhir 1990-an. Menurutnya, dalam kedua era tersebut, “orang-orang pintar” menjadi “terlalu bersemangat” oleh teknologi baru. Namun, ia yakin bahwa teknologi AI ini “nyata” dan pada akhirnya akan memberikan dampak jangka panjang bagi dunia bisnis dan masyarakat.

“Apakah kita berada dalam fase di mana investor secara keseluruhan terlalu bersemangat dengan AI? Menurut saya, ya,” kata Altman. “Apakah AI adalah hal terpenting yang terjadi dalam waktu yang sangat lama? Pendapat saya juga ya.”

Ia juga mengakui bahwa beberapa valuasi startup saat ini “tidak masuk akal” dan merupakan “perilaku irasional.” Altman memperingatkan, “Akan ada yang merugi di sana.”

Mengakui Kesalahan Peluncuran GPT-5

Dalam diskusi tersebut, Altman juga secara terbuka mengakui kesalahan dalam peluncuran GPT-5 yang berlangsung kurang mulus selama sepekan terakhir. Model AI baru yang telah ia promosikan selama berbulan-bulan itu menerima ulasan beragam dari pengguna. Banyak yang frustrasi dengan gaya penulisan dan kepribadiannya.

“Saya pikir kami benar-benar mengacaukan beberapa hal pada saat peluncuran,” aku Altman. “Kami telah belajar sebuah pelajaran tentang apa artinya meningkatkan produk untuk ratusan juta orang dalam satu hari, dan perbedaan dalam jenis keterikatan yang dimiliki orang dengan produk ini dibandingkan produk sebelumnya.”

Ikuti kami di Google News: Follow Kami

Bagikan Berita Ini