CEO OpenAI, Sam Altman, mengungkapkan alasan utama di balik peluncuran model open-weight terbaru perusahaannya pada 5 Agustus lalu. Menurutnya, keputusan tersebut didorong oleh kekhawatiran bahwa dunia akan didominasi oleh model AI open-source yang dikembangkan di China jika OpenAI tidak mengambil langkah serupa.
Dalam sebuah pengarahan media yang dilaporkan oleh CNBC awal pekan ini, Altman secara tegas menyatakan pengaruh China dalam strategi perusahaannya. “Jelas bahwa jika kami tidak melakukannya, dunia sebagian besar akan dibangun di atas model open-source China,” katanya. “Itu adalah salah satu faktor dalam keputusan kami, sudah pasti. Bukan satu-satunya, tapi itu tampak besar,” tambah Altman.
Pada 5 Agustus 2025, OpenAI merilis dua model open-weight, yaitu gpt-oss-120b untuk komputer kelas atas dan gpt-oss-20b untuk sebagian besar desktop dan laptop. Peluncuran ini menandai pertama kalinya OpenAI mempublikasikan model open-weight sejak GPT-2 pada 2019. Berbeda dengan model “tertutup” seperti GPT-4 dan GPT-5, model open-weight memungkinkan pengguna untuk menjalankan dan memodifikasinya secara lokal.
Melalui unggahan di platform X, Altman mengklaim gpt-oss sebagai “model terbuka terbaik dan paling bermanfaat di dunia.” Ia menyatakan langkah ini sejalan dengan misi OpenAI “untuk memastikan AGI (Artificial General Intelligence) bermanfaat bagi seluruh umat manusia.” Altman juga menekankan pentingnya dunia membangun teknologi “di atas tumpukan AI terbuka yang diciptakan di Amerika Serikat, berdasarkan nilai-nilai demokrasi.”
Langkah OpenAI ini mengikuti tren yang dipicu oleh beberapa pemain lain, termasuk startup AI asal China, DeepSeek, yang pada bulan Januari meluncurkan model R1 berkinerja tinggi. Kesuksesan DeepSeek disebut sebagai “panggilan untuk sadar” bagi perusahaan teknologi Amerika.
Dalam sebuah sesi Reddit AMA pada bulan yang sama, Altman sudah mengisyaratkan perubahan strategi dengan mengatakan, “Saya pribadi berpikir kami telah berada di sisi yang salah dalam sejarah dan perlu mencari strategi open source yang berbeda.”
Baca juga: CEO OpenAI Sam Altman Mengaku Tak Lagi Pakai Google Search
Untuk dinamika persaingan teknologi AI antara Amerika Serikat dan China serta dampaknya secara global, temukan analisis mendalamnya hanya di Jurnalzone.id.





