JURNALZONE.ID – CEO OpenAI, Sam Altman, secara terbuka mengakui kesalahan yang dilakukan perusahaannya selama peluncuran model kecerdasan buatan (AI) terbaru mereka, GPT-5. Pengakuan ini dilasir dari LIVEMINT yang disampaikan pada hari Kamis (14/8), menyusul gelombang kritik tajam dari pengguna di seluruh dunia setelah OpenAI secara tiba-tiba menghentikan semua model AI versi sebelumnya, termasuk GPT-4o.
Pengakuan Kesalahan Fatal
Dalam sebuah diskusi dengan wartawan yang dikutip oleh Bloomberg, Sam Altman yang selama berbulan-bulan mempromosikan GPT-5 sebagai lompatan besar berikutnya dalam teknologi AI, tampak terkejut dengan respons negatif yang diterima. Ia mengakui adanya kesalahan strategi dalam peluncuran produk yang digunakan oleh ratusan juta orang tersebut.
“Saya rasa kami benar-benar mengacaukan beberapa hal dalam peluncuran ini,” kata Altman.
Ia menambahkan bahwa perusahaan telah belajar dari pengalaman ini. “Kami telah belajar sebuah pelajaran tentang apa artinya meningkatkan produk untuk ratusan juta orang dalam satu hari, dan perbedaan dalam jenis keterikatan yang dimiliki orang dengan produk ini dibandingkan produk sebelumnya,” tambahnya.
Kritik Pengguna dan Respons Perusahaan
Masalah utama muncul sesaat setelah GPT-5 dirilis, di mana OpenAI langsung menonaktifkan semua model sebelumnya. Langkah ini memicu ancaman pembatalan langganan dari pengguna ChatGPT Plus. Selain itu, banyak pengguna mengeluhkan bahwa GPT-5, yang diklaim jauh lebih unggul, justru memberikan jawaban yang lebih pendek dan kurang memiliki kedalaman emosional.
Menanggapi kritik tersebut, OpenAI dengan cepat mengambil langkah perbaikan. Mereka kembali menyediakan akses ke GPT-4o untuk pelanggan ChatGPT Plus, menawarkan batas penggunaan (rate limits) tambahan untuk model GPT-5, dan berjanji akan membuat model baru tersebut menjadi “lebih hangat”. Perusahaan bahkan terpaksa mengembalikan fitur “pemilih model” yang sebelumnya dihapus, sebuah fitur yang justru dijanjikan Altman akan dihilangkan pada GPT-5.
Peluncuran yang Gagal Ciptakan Euforia
Meskipun Altman melaporkan bahwa lalu lintas API ChatGPT berlipat ganda dan penggunaan aplikasi mencapai puncaknya setelah rilis GPT-5, euforia publik yang diharapkan tidak terjadi. Peluncuran kali ini sangat kontras dengan saat GPT-4o diperkenalkan, yang mana fitur pembuatan gambar bergaya Studio Ghibli memicu kegemaran global dan lonjakan penggunaan.
Sebaliknya, peluncuran GPT-5 justru dipenuhi oleh kritik di media sosial. Altman dilaporkan juga setuju bahwa keputusan untuk menghentikan semua model lama adalah sebuah kesalahan, terutama saat perusahaan baru saja mengumumkan telah mencapai 700 juta pengguna aktif mingguan.
Baca juga: Sam Altman Soroti Dampak AI Pada Pekerja Usia Tua





