PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) atau Superbank dijadwalkan akan melakukan pencatatan perdana saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (17/12/2025). Menjelang momentum tersebut, proses distribusi saham telah rampung dilaksanakan pada hari ini, Selasa (16/12/2025), di mana Pengamat Pasar Modal Hendra Wardana menyoroti tingginya antusiasme investor terhadap penjatahan saham bank digital ini.
Analisis Penjatahan Investor Ritel
Proses penawaran umum yang berlangsung pada 10-15 Desember 2025 telah ditutup dengan hasil penjatahan yang dinilai cukup sehat oleh para analis, meskipun nilai emisi yang ditawarkan tergolong besar. Hendra Wardana, Pendiri Republik Investor, memberikan pandangannya mengenai ketatnya alokasi untuk investor ritel.
“Untuk investor ritel dengan pemesanan di bawah Rp100 juta, tingkat penjatahan berada di kisaran ±3–4 lot, yang artinya permintaan cukup tinggi sehingga terjadi oversubscribe dan alokasi dipersempit,” kata Hendra dalam ulasan tertulis, Selasa (16/12/2025).
Dari pernyataan tersebut, dijelaskan bahwa keterbatasan jumlah lot yang diterima investor ritel merupakan indikator kuat terjadinya kelebihan permintaan atau oversubscribe. Hal ini memaksa penyelenggara IPO untuk mempersempit alokasi agar distribusi saham dapat menjangkau lebih banyak investor.
Distribusi Merata dan Minat Institusi
Selain segmen ritel, pola distribusi untuk pemesanan dalam jumlah besar juga menunjukkan tren menarik. Hendra menyoroti adanya pembatasan persentase penjatahan bagi investor dengan modal besar demi menjaga pemerataan kepemilikan saham.
“Sementara, untuk pemesanan di atas Rp 100 juta, allotment hanya sekitar ±0,9%, menandakan dominasi minat dari investor besar namun tetap dibatasi agar distribusi merata.”
Ia menambahkan, terdapat fenomena menarik berupa special allotment untuk pemesanan di angka Rp 101 juta dengan jatah sekitar 1,6 hingga 1,7 persen. Angka ini mengindikasikan adanya segmen investor prioritas atau institusi yang mendapatkan porsi lebih baik. Secara keseluruhan, total order yang masuk mencapai kurang lebih 1.066.000 pesanan, mencerminkan tingginya kepercayaan pasar.
Valuasi dan Target Dana IPO
Sebagai informasi tambahan, Superbank melepas sebanyak 4,4 miliar saham atau setara 13 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Manajemen menetapkan harga penawaran sebesar Rp 635 per saham, sehingga total dana segar yang ditargetkan mencapai Rp 2,79 triliun.
Bank digital yang bernaung di bawah ekosistem raksasa Grab dan Emtek Group ini dinilai memiliki valuasi yang kompetitif. Kombinasi harga penawaran dan prospek pertumbuhan dalam ekosistem digital tersebut dianggap membuka ruang rerating yang luas saat saham SUPA mulai diperdagangkan secara resmi besok.





