Saham PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) menunjukkan performa impresif di awal tahun 2026, mencatatkan lonjakan harga sekitar 35 persen. Pergerakan harga saham emiten properti ini melesat dari level Rp50 ke arah yang lebih tinggi, didorong oleh optimisme investor terhadap prospek kinerja perseroan.
Optimisme Investor dan Fundamental Solid
Peningkatan nilai saham DADA sejalan dengan keyakinan investor pada fundamental perusahaan yang dinilai solid. Emiten yang berfokus pada pengembangan hunian bernilai tambah ini didukung oleh portofolio proyek yang terus berjalan dan strategi pengembangan yang adaptif terhadap kebutuhan pasar.
- PT Timah Tbk (TINS) Alokasikan Rp42,73 Miliar untuk Genjot Eksplorasi Timah pada Kuartal IV-2025
- PT Imago Mulia Persada (LFLO) Resmikan Gerai B&B Italia Terbesar Asia Pasifik, Targetkan Rp100 Miliar
- SSIA Alihkan Kepemilikan Saham Batiqa Hotel Senilai Rp2,5 Miliar ke Anak Usaha Surya Anindita International
Pertumbuhan Laba Signifikan Jadi Sorotan
Direktur & CEO PT. Diamond Citra Propertindo Tbk, Bayu Setiawan, mengungkapkan bahwa salah satu faktor utama lonjakan saham adalah pertumbuhan laba perusahaan yang signifikan. Laporan keuangan terakhir menunjukkan DADA mengalami pertumbuhan laba yang mencapai ratusan persen dari kuartal II ke kuartal III.
“Ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya bertahan, tetapi berhasil melakukan akselerasi bisnis secara nyata,” ujar Bayu, dikutip Kamis, 8 Januari 2026. Ia menambahkan bahwa kenaikan laba tersebut menjadi sinyal awal bahwa valuasi lama sudah tidak relevan dan harga saham di level Rp50 tidak lagi mencerminkan kondisi fundamental terkini.
Fase ‘Awakening’ dan Potensi Re-rating Valuasi
Analis menilai lonjakan saham DADA menandai perubahan fase yang lebih fundamental, yang kerap disebut sebagai fase awakening. Fase ini merupakan transisi dari saham yang sebelumnya kurang diperhatikan menjadi saham dengan growth story yang mulai diperhitungkan. Lonjakan harga 35 persen dalam waktu singkat dianggap sebagai pembuka potensi fase baru, bukan akhir perjalanan.
“Ini artinya bagi investor jangka menengah hingga panjang, pergerakan semacam ini sering dibaca sebagai sinyal awal dari proses re-rating valuasi. Di mana pasar mulai menyesuaikan harga saham dengan prospek dan fundamental perusahaan yang sebelumnya belum sepenuhnya tercermin,” papar Bayu.
Lonjakan tajam juga kerap diinterpretasikan sebagai indikasi masuknya smart money dan respons atas perbaikan kinerja yang mendahului reaksi harga. Bayu menegaskan bahwa pergerakan DADA kali ini memiliki pijakan yang lebih kuat dibandingkan saham yang naik hanya karena rumor atau sentimen sesaat.
Prospek Penguatan Saham DADA
Ke depannya, Bayu memprediksi saham DADA berpeluang melanjutkan penguatan jika perseroan mampu menjaga kinerja penjualan, merealisasikan proyek sesuai rencana, dan menghadirkan katalis korporasi yang memberikan nilai tambah bagi pemegang saham.
“Di tengah mulai bangkitnya sektor properti, DADA berpotensi menjadi salah satu emiten yang ikut menikmati momentum pemulihan tersebut,” pungkasnya.
- PT Timah Tbk (TINS) Alokasikan Rp42,73 Miliar untuk Genjot Eksplorasi Timah pada Kuartal IV-2025
- PT Imago Mulia Persada (LFLO) Resmikan Gerai B&B Italia Terbesar Asia Pasifik, Targetkan Rp100 Miliar
- SSIA Alihkan Kepemilikan Saham Batiqa Hotel Senilai Rp2,5 Miliar ke Anak Usaha Surya Anindita International





