Saham BUMI Terbang Naik Hingga 21%

Redaksi Jurnalzone.id

Diterbitkan:

Saham BUMI

JURNALZONE.ID – Pergerakan harga saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) terpantau mengalami lonjakan yang sangat agresif pada perdagangan hari ini, Rabu (10/12). Hingga penutupan sesi siang pukul 11.53 WIB, emiten pertambangan raksasa ini mencatatkan penguatan harga yang signifikan hingga menyentuh level tertinggi barunya dalam satu tahun terakhir.

Lonjakan Harga dan Kapitalisasi Pasar

Berdasarkan data perdagangan yang dihimpun, saham BUMI melesat naik sebesar 58 poin atau setara dengan kenaikan 21,32 persen. Saat ini, saham BUMI bertengger kokoh di level Rp330 per lembar saham, jauh meninggalkan harga penutupan sebelumnya yang berada di angka Rp272.

Kenaikan ini tergolong fantastis mengingat saham ini dibuka pada level Rp276 pagi tadi. Dalam rentang waktu perdagangan sesi pertama, BUMI bahkan sempat menyentuh level tertingginya di angka Rp334, yang sekaligus menjadi rekor harga tertinggi dalam 52 minggu (setahun) terakhir. Sementara itu, harga terendah hari ini berada di posisi pembukaan yakni Rp276.

Apresiasi harga saham yang tajam ini turut mendongkrak nilai perusahaan secara keseluruhan. Tercatat, kapitalisasi pasar (market cap) BUMI kini telah menembus angka Rp122,54 triliun, mengukuhkan posisinya sebagai salah satu emiten berkapitalisasi besar di bursa.

Sentimen Rencana Ekspansi Non-Batu Bara

Penguatan harga saham yang signifikan ini terjadi beriringan dengan komitmen manajemen perseroan untuk melakukan transformasi bisnis. BUMI menegaskan langkah strategisnya untuk memperluas portofolio ke komoditas non-batu bara guna mengurangi ketergantungan pada batu bara termal.

Manajemen BUMI, melalui Direktur Christopher Fong, belum lama ini memberikan sinyal kuat mengenai rencana aksi korporasi tersebut. Ia menyebutkan bahwa perusahaan tengah membidik akuisisi baru di sektor lain dalam jangka waktu dekat.

“Fokus kami adalah pada logam dan mineral, serta pemrosesan hilir. Kami akan mengumumkan akuisisi lebih lanjut dalam 6-12 bulan ke depan di sektor mineral, berpotensi di area lain di sektor tersebut,” jelas Christopher Fong dalam keterangannya.

Dari pernyataan tersebut, dijelaskan bahwa BUMI sedang mempersiapkan diri untuk masuk ke sektor mineral dan pemrosesan hilir secara serius. Hal ini menjadi katalis positif bagi para investor yang melihat potensi pertumbuhan jangka panjang perusahaan di luar sektor energi fosil konvensional, sembari tetap menjaga kinerja operasional batu bara yang ada saat ini.

Ikuti kami di Google News: Follow Kami

Bagikan Berita Ini