JURNALZONE.ID – Pergerakan saham emiten batu bara milik Grup Bakrie, PT Bumi Resources Tbk (BUMI), mencatatkan performa fenomenal pada pertengahan Desember 2025 ini. Dalam kurun waktu satu pekan terakhir, saham BUMI menjadi primadona di pasar modal dengan lonjakan harga yang agresif dan likuiditas transaksi yang sangat tinggi.
Berdasarkan data perdagangan hingga penutupan pekan lalu, saham BUMI sukses melesat dan ditutup pada level Rp368 per saham. Kenaikan ini tidak hanya menarik perhatian trader harian, tetapi juga menjadi sinyal kuat pemulihan fundamental bagi para investor jangka panjang.
Dominasi Transaksi di Bursa Efek Indonesia
Kenaikan harga BUMI disertai dengan volume perdagangan yang masif. Riset terbaru dari BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) mencatat bahwa saham BUMI mengalami kenaikan sebesar 54,6 persen hanya dalam waktu satu minggu.
Yang lebih mencengangkan, nilai transaksi saham BUMI memberikan kontribusi yang sangat signifikan terhadap total perputaran uang di Bursa Efek Indonesia (BEI).
“Nilai transaksi saham ini disebut berkontribusi sekitar 25–30 persen dari total nilai transaksi harian BEI,” tulis laporan BRIDS.
Dominasi ini menandakan minat pasar yang sangat besar (high interest) dan likuiditas yang melimpah, menjadikan BUMI sebagai salah satu saham paling aktif diperdagangkan saat ini.
Pecahkan Rekor Harga 2018
Level penutupan di harga Rp368 per saham memiliki arti penting secara teknikal maupun psikologis. Angka ini menandai harga tertinggi BUMI sejak tahun 2018. Pencapaian ini menjadi momen krusial bagi investor lama yang telah menantikan pemulihan harga setelah emiten ini melewati fase restrukturisasi dan tekanan pasar di tahun-tahun sebelumnya.
Bagi investor yang telah mengakumulasi saham di level bawah, reli panjang ini memberikan potensi keuntungan modal (capital gain) yang signifikan. Istilah “full senyum” kini relevan menggambarkan sentimen para pemegang saham BUMI yang menikmati tren bullish ini.
Kinerja Sepanjang Tahun Berjalan (YtD)
Jika ditarik dalam rentang waktu yang lebih luas, kinerja BUMI sepanjang tahun 2025 terbilang impresif. Data BRIDS menunjukkan bahwa secara year-to-date (YtD), saham BUMI telah meroket lebih dari 200 persen.
Lonjakan ratusan persen ini menempatkan BUMI sebagai salah satu emiten dengan performa terbaik (top performer) di sektor energi dan pertambangan tahun ini. Penguatan ini mencerminkan adanya perubahan persepsi pasar yang semakin positif terhadap prospek bisnis dan perbaikan neraca keuangan perusahaan.
Bagi investor ritel, tingginya volatilitas dan likuiditas BUMI saat ini membuka peluang untuk perdagangan jangka pendek (trading). Namun, para analis tetap menyarankan pelaku pasar untuk memperhatikan indikator teknikal dan fundamental secara berkala mengingat kenaikan harga yang sudah cukup tinggi dalam waktu singkat.





