Saham BMRI, BBNI, BBCA, BBRI Tertekan Aksi Jual Hari Ini (11 Feb)

IDX Trend

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa yang cukup kontradiktif pada perdagangan sesi pertama hari ini, Rabu, 11 Februari 2026. Hingga pukul 11.59 WIB, indeks komposit terpantau melesat signifikan sebesar 1,61% atau bertambah 130,71 poin ke level 8.262,45.

Meski indeks utama bergerak perkasa di zona hijau, deretan saham perbankan berkapitalisasi pasar besar justru mengalami tekanan. Saham empat bank raksasa, yakni BMRI, BBNI, BBCA, dan BBRI, menunjukkan tren pelemahan hingga stagnan di tengah penguatan IHSG.

BMRI dan BBNI Pimpin Pelemahan Sektor Perbankan

Saham Bank Mandiri (BMRI) mencatatkan koreksi paling dalam di antara rekan sejawatnya pada siang hari ini. Harga saham BMRI merosot 1,96% atau berkurang 100,00 poin menuju angka 5.000,00 per lembar saham.

Sepanjang sesi, BMRI sempat menyentuh posisi tertinggi di 5.100,00 namun kemudian tergelincir ke zona merah dengan titik terendah di 4.990,00. Saat ini, BMRI memiliki nilai kapitalisasi pasar sebesar 464,31T dengan rasio P/E berada di angka 9,06.

Kondisi serupa terjadi pada saham Bank Negara Indonesia (BBNI) yang mengalami penurunan sebesar 0,89% atau terpangkas 40,00 poin. BBNI kini diperdagangkan pada level 4.470,00, bergerak di antara rentang harian 4.460,00 hingga 4.510,00 dengan market cap senilai 165,05T.

Pergerakan BBCA Menurun, BBRI Bertahan Stagnan

Bank Central Asia (BBCA) sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia juga tidak luput dari aksi jual. BBCA melemah tipis 0,33% ke posisi 7.450,00, setelah sempat menguat ke level tertinggi harian di 7.525,00.

Meskipun turun hari ini, BBCA tetap mengukuhkan posisinya sebagai raja pasar dengan kapitalisasi mencapai 909,21T. Investor mencatat rasio P/E BBCA saat ini berada di level 15,96, yang merupakan tertinggi di antara keempat bank besar tersebut.

Di sisi lain, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menjadi satu-satunya yang bergerak stagnan dengan perubahan 0,00% di level 3.780,00. Saham bank dengan spesialisasi kredit mikro ini memiliki kapitalisasi pasar 567,16T dan menawarkan dividend yield tertinggi mencapai 9,14%.

Analisis Statistik Pasar dan Imbal Hasil Dividen

Data pasar per 11 Februari 2026 pukul 11.59 WIB menunjukkan perbandingan fundamental yang menarik di sektor perbankan:

Ticker SahamHarga TerakhirPerubahanDividend YieldP/E Ratio
BBCA7.450,00-0,33%4,09%15,96
BBRI3.780,000,00%9,14%10,19
BMRI5.000,00-1,96%4,33%9,06
BBNI4.470,00-0,89%8,37%8,32

Lonjakan IHSG yang mencapai 8.262,45 dipicu oleh pergerakan indeks dari level pembukaan 8.152,78 hingga sempat menyentuh batas atas di 8.276,02. Namun, pelemahan pada saham-saham perbankan utama ini mengindikasikan adanya rotasi sektor atau aksi ambil untung oleh investor di tengah penguatan indeks secara keseluruhan.