Laju saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) terpantau bergerak fluktuatif pada perdagangan sesi I hari Selasa, 3 Februari 2026. Berdasarkan data bursa pada pukul 09.14 WIB, emiten perbankan swasta ini sempat merosot 1,97% ke level Rp 7.450 per lembar saham.
Hingga periode tersebut, volume perdagangan BBCA mencapai 54,55 juta saham dengan frekuensi transaksi sebanyak 11.476 kali. Nilai transaksi total tercatat menyentuh Rp 410 miliar di tengah tekanan jual yang cukup signifikan.
Data aplikasi Stockbit Sekuritas mencatat bahwa saham BBCA membukukan net sell investor asing senilai Rp 156,3 miliar. Angka tersebut menjadi nilai aksi jual bersih tertinggi dibandingkan saham-saham lainnya pada pembukaan perdagangan pagi itu.
Pergerakan memerah ini terjadi setelah BBCA menunjukkan performa impresif selama tiga hari bursa sebelumnya. Pada periode tersebut, saham BCA konsisten menguat masing-masing sebesar +2,49%, +2,78%, dan +2,70%.
Bahkan pada perdagangan Senin, 2 Februari 2026, investor asing baru saja melakukan aksi beli bersih (net buy) senilai Rp 439,5 miliar. Kondisi berbalik di hari berikutnya di mana tekanan jual mulai mendominasi pergerakan harga.
Performa Saham Big Caps Sesi I
Memasuki pukul 11.59 WIB, saham BBCA sedikit memulihkan posisinya ke level Rp 7.575,00 meskipun tetap minus 0,33% (-25,00 poin). Di periode yang sama, saham perbankan milik negara justru menunjukkan tren positif yang solid.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) memimpin penguatan sebesar 2,67% ke posisi Rp 4.620,00. Sementara itu, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menguat 0,83% ke Rp 4.840,00 dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) naik tipis 0,26% ke level Rp 3.840,00.
Secara fundamental, BBCA memiliki kapitalisasi pasar senilai 924,47T dengan P/E ratio 16,23 dan dividend yield 4,03% (Qtrly Div Amt 76,32). Sebagai perbandingan, BBRI mencatat dividend yield tertinggi sebesar 8,99% dengan Qtrly Div Amt 86,30.
BBNI yang tampil perkasa siang ini tercatat memiliki market cap 170,59T dengan P/E ratio 8,50 dan dividend yield 8,10%. Sedangkan BMRI memiliki market cap 447,22T dengan P/E ratio 8,77 dan yield dividen di angka 4,47%.
Analisis Teknikal dan Batas Risiko
Kiwoom Sekuritas dalam laporan teknikalnya pagi ini telah memetakan area krusial bagi pergerakan saham BBCA. Level resistance pertama dipatok pada harga 7.750, disusul resistance kedua pada level 7.800.
Untuk area perlindungan bawah, support pertama berada pada level 7.475 dan support kedua di 7.250. Analis menyarankan langkah mitigasi risiko melalui stoploss apabila harga saham menembus level 7.150.
Hingga tengah hari, harga terendah (low) BBCA tercatat sempat menyentuh Rp 7.375,00. Sedangkan harga tertinggi (high) harian berada di level Rp 7.600,00, yang juga merupakan harga pembukaan (open) pada Selasa pagi.