JURNALZONE.ID – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan pertama Februari 2026 menunjukkan dinamika menarik seiring derasnya aliran modal asing yang masuk ke pasar modal Indonesia. Sektor perbankan kembali mengukuhkan posisinya sebagai penopang utama bursa domestik, dipicu oleh sentimen positif pasca akumulasi masif pada sesi perdagangan sebelumnya.
Pelaku pasar mencermati pergerakan emiten perbankan kelas kakap yang terus mencatatkan apresiasi harga di tengah tingginya minat beli investor institusi. Kondisi fundamental yang solid serta proyeksi pembagian dividen menjadi daya tarik utama bagi pemodal dalam menempatkan aset mereka di bursa saham pada awal tahun ini.
Dukungan sentimen global dan stabilitas ekonomi makro turut memberikan ruang bagi saham-saham berkapitalisasi besar (big caps) untuk bergerak di zona hijau. Berikut adalah rincian performa saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) pada pagi ini dan rekapitulasi aksi beli bersih asing pada perdagangan hari sebelumnya.
Analisis Pergerakan Saham BBCA Hari Ini (5 Februari 2026)
Saham PT Bank Central Asia Tbk dengan kode emiten BBCA terpantau bergerak menguat pada perdagangan Kamis, 5 Februari 2026. Hingga pukul 10.43 WIB, harga saham BBCA berada di level 7.900,00 IDR, mencatatkan kenaikan sebesar 100,00 poin atau menguat 1,28% dari harga penutupan sebelumnya.
Pada sesi pembukaan pagi ini, BBCA dibuka pada level 7.800,00 IDR dan sempat menyentuh titik tertinggi harian di level 7.925,00 IDR. Sementara itu, titik terendah yang tercatat hingga menjelang siang hari ini berada di posisi 7.800,00 IDR dengan nilai kapitalisasi pasar mencapai angka fantastis sebesar 964,13 Triliun.
Dari sisi valuasi, BBCA saat ini diperdagangkan dengan Rasio P/E (Price to Earnings) sebesar 16,87. Emiten ini juga menawarkan imbal hasil dividen (dividend yield) sebesar 3,87%, dengan jumlah dividen triwulanan yang tercatat pada angka 76,19. Dalam rentang waktu 52 minggu terakhir, BBCA memiliki rekam jejak harga tertinggi di level 9.800,00 IDR dan terendah di level 6.375,00 IDR.
Rekapitulasi Aksi Net Buy Asing Rabu, 4 Februari 2026
Investor asing terpantau melakukan aksi beli bersih (net buy) yang cukup signifikan pada perdagangan Rabu kemarin, tepatnya tanggal 4 Februari 2026. Sektor perbankan mendominasi empat posisi teratas, menunjukkan kepercayaan investor global yang tinggi terhadap stabilitas sektor keuangan Indonesia.
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menempati urutan pertama dengan akumulasi dana asing terbesar mencapai Rp 394,76 miliar. Di posisi kedua, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menyusul dengan nilai net buy sebesar Rp 380,57 miliar, yang sekaligus menjadi pemicu penguatan harga sahamnya pada hari ini.
Selain perbankan, minat investor juga tersebar ke sektor material dan energi melalui emiten-emiten besar lainnya. Berikut adalah daftar 10 saham dengan nilai net buy terbesar oleh investor asing pada 4 Februari 2026:
- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI): Rp 394,76 miliar.
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA): Rp 380,57 miliar.
- PT Bank Mandiri Tbk (BMRI): Rp 307,99 miliar.
- PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN): Rp 65,34 miliar.
- PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA): Rp 25,91 miliar.
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN): Rp 22,79 miliar.
- PT Bukit Asam Tbk (PTBA): Rp 16,77 miliar.
- PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU): Rp 15,17 miliar.
- PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS): Rp 14,0 miliar.
- PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS): Rp 6,32 miliar.
Pergerakan ini mencerminkan optimisme pelaku pasar luar negeri terhadap pertumbuhan ekonomi nasional di awal kuartal pertama tahun 2026. Akumulasi pada saham-saham tambang seperti PTBA, EMAS, dan BRMS juga mengindikasikan bahwa sektor komoditas masih menjadi alternatif diversifikasi yang menarik di tengah reli sektor perbankan.