Saham BBCA Hari Ini Naik, Direktur Borong 300 Ribu Lembar

Saham BBCA Hari Ini Naik, Direktur Borong 300 Ribu Lembar

Laju saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menunjukkan performa positif pada perdagangan awal pekan ini. Berdasarkan data pasar pada Senin, 2 Februari 2026 pukul 11.48 WIB, harga saham bank swasta terbesar di Indonesia ini bertengger di level Rp7.425,00 per lembar.

Angka tersebut mencerminkan kenaikan sebesar 25,00 poin atau menguat 0,34% dibandingkan posisi penutupan sebelumnya. Meskipun sempat dibuka pada level Rp7.600,00 yang sekaligus menjadi titik tertinggi harian, saham BBCA sempat menyentuh level terendah di angka Rp7.325,00 sebelum kembali merangkak naik.

Analisis Fundamental dan Kapitalisasi Pasar Terkini

Hingga tengah hari ini, BBCA mencatatkan nilai kapitalisasi pasar (market cap) yang sangat besar mencapai Rp906,16 triliun. Investor juga mencermati P/E ratio perusahaan yang berada di angka 15,90 dengan dividend yield sebesar 4,11%.

Data perdagangan menunjukkan harga penutupan sebelumnya berada di level Rp7.400,00. Dalam rentang waktu 52 minggu terakhir, emiten bersandi BBCA ini memiliki fluktuasi harga di kisaran Rp6.375,00 hingga Rp9.800,00 dengan jumlah dividen kuartalan sebesar 76,29.

Jejak Aksi Borong Saham Direksi Pekan Lalu

Kekuatan fundamental BBCA ini sejalan dengan aksi nyata dari jajaran manajemen pada pekan sebelumnya. Lianawaty Suwono, salah satu direktur perseroan, terpantau mempertebal porsi kepemilikan sahamnya melalui transaksi yang dilakukan pada 28 Januari 2026.

Lianawaty mengeksekusi pembelian sebanyak 300.000 unit saham di tengah dinamika pasar awal tahun. Merujuk pada laporan keterbukaan informasi nomor LK/30012026/0016/1, pembelian tersebut dilakukan pada tingkat harga Rp7.025 per lembar saham.

Langkah ini menambah deretan aksi korporasi internal yang menarik perhatian para pelaku pasar modal. Melalui laporan tertulisnya, ia menegaskan bahwa kepemilikan saham ini bersifat langsung dan ditujukan sebagai strategi investasi dana pribadi untuk jangka panjang.

Kepatuhan Regulasi dan Struktur Kepemilikan Baru

Aksi beli ini dilakukan dengan merujuk pada ketentuan hukum yang berlaku di pasar modal Indonesia. Hal ini dilakukan untuk memastikan transparansi kepada publik dan regulator terkait kepemilikan saham oleh orang dalam (insider).

“Sesuai dengan Pasal 2 Ayat 1, Pasal 3 Ayat 3 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor POJK 4/2024, melaporkan bahwa saya telah memiliki saham perusahaan terbuka dengan rincian sebagai berikut,” ungkap Lianawaty Suwono dalam keterbukaan informasi yang dikutip Senin, 2 Februari 2026.

Pasca transaksi tersebut, total kepemilikan saham Lianawaty di BBCA melonjak dari 2.840.417 unit menjadi 3.140.417 unit saham. Penambahan volume ini secara otomatis memperbesar hak suara serta mempertegas kepercayaan manajemen terhadap prospek pertumbuhan bank ke depan.

Mau berita terbaru? Ikuti Jurnalzone.id di Google News Sekarang!