Saham BBCA, BBRI, dan BMRI Kompak Merah Hari Ini 2 Maret 2026 Sesi I

Pergerakan Harga Saham

JURNALZONE.ID – Sektor perbankan kelas kakap (Big Caps) mengalami tekanan jual yang cukup signifikan pada penutupan sesi I perdagangan hari Senin, 2 Maret 2026. Tiga bank utama yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) terpantau kompak parkir di zona merah.

Koreksi ini terjadi di tengah dinamika pasar yang masih dibayangi aksi lepas saham oleh investor asing, meski beberapa emiten mulai menebar sinyal positif terkait aksi korporasi.

Saham BBCA tercatat melemah 1,05% ke level Rp7.100,00 per lembar saham pada pukul 11.59 WIB. Emiten ini terus berada di zona merah sejak 26/02 pekan lalu akibat tekanan jual asing.

Dalam sebulan terakhir, investor asing membukukan nilai jual bersih (net sell) mencapai Rp10,68 triliun pada saham BBCA, yang memicu penurunan harga sebesar 4,05%.

Meski demikian, pada sesi I hari ini, saham BBCA masih mencatatkan beli bersih (net buy) domestik sebesar Rp53,9 miliar dengan total transaksi mencapai Rp587,78 miliar.

Penurunan lebih dalam dialami oleh PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang anjlok 2,84% atau berkurang 150 poin menuju posisi Rp5.125,00.

Saham BMRI sempat menyentuh level terendah di Rp5.050,00 dengan rasio P/E berada pada angka 8,50 kali dan kapitalisasi pasar Rp473,55 triliun.

Sementara itu, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) juga melemah 1,79% ke level Rp3.840,00 dengan titik terendah harian di Rp3.800,00.

Di balik pelemahan harga sahamnya, manajemen BRI membawa kabar gembira bagi investor mengenai rencana kenaikan rasio pembagian dividen (payout ratio) untuk tahun buku 2025.

Kepastian mengenai besaran dividen tersebut akan diputuskan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dijadwalkan berlangsung pada 10 April 2026.

Pihak BRI (BBRI) akan merilis pemanggilan rapat secara resmi pada 13/03 mendatang melalui situs web KSEI, Bursa Efek Indonesia, dan kanal informasi resmi perusahaan.

Langkah ini diharapkan dapat menjadi sentimen positif mengingat imbal hasil (yield) dividen BBRI saat ini berada pada angka yang cukup tinggi, yakni 8,99%.