Ratusan Ribu Chat Pribadi dengan AI Grok Bocor Terindeks Google

Redaksi Jurnalzone.id

Diterbitkan:

grok 3

JURNALZONE.ID – Ratusan ribu percakapan pribadi antara pengguna dan chatbot kecerdasan buatan (AI) Grok milik platform X, bocor dan dapat diakses publik melalui pencarian sederhana di Google. Insiden ini terjadi akibat celah pada fungsi tombol “share” (bagikan) yang membuat tautan percakapan terindeks oleh mesin pencari tanpa sepengetahuan atau izin pengguna.

Temuan ini pertama kali diungkap dalam sebuah laporan dari Forbes, yang menyatakan bahwa lebih dari 370.000 obrolan dengan Grok telah tersebar luas. Celah ini mengekspos berbagai informasi sensitif dan berpotensi membahayakan privasi pengguna secara masif.

Data Sensitif dan Kriminal Terungkap

Kebocoran ini sangat mengkhawatirkan karena konten percakapan yang tersebar sangat beragam dan bersifat pribadi. Laporan tersebut menemukan adanya obrolan yang berisi kata sandi, masalah kesehatan pribadi, hingga drama hubungan percintaan.

Lebih dari itu, pertanyaan-pertanyaan meresahkan kepada Grok mengenai cara membuat narkoba dan merencanakan pembunuhan juga ikut terungkap.

Meskipun transkrip obrolan tersebut secara teknis bersifat anonim, keberadaan detail atau pengidentifikasi dalam percakapan dapat memungkinkan pihak lain untuk melacak dan mengetahui siapa individu di balik keluhan sepele maupun skema kriminal tersebut.

Celah Teknis yang Mengancam Kepercayaan

Penyebab utama insiden ini adalah masalah teknis pada cara kerja tombol “share”. URL unik yang dibuat oleh tombol tersebut tidak memiliki penanda khusus untuk diabaikan oleh sistem perayapan (crawling) Google, sehingga secara otomatis dianggap sebagai halaman publik yang layak diindeks.

Setelah tautan tersebut aktif dan terindeks, tautan itu akan terus ada di internet tanpa ada kontrol akses atau tanggal kedaluwarsa bawaan. Insiden ini lebih dari sekadar kesalahan teknis; hal ini mengikis kepercayaan pengguna terhadap AI, terutama bagi mereka yang menggunakan chatbot untuk keperluan layaknya terapi atau interaksi personal lainnya.

Tren Kebocoran Privasi di Platform AI

Masalah privasi yang dialami Grok bukanlah yang pertama di industri AI. Insiden ini menambah daftar panjang platform AI yang gagal melindungi data pengguna saat mendorong fitur berbagi percakapan. Sebelumnya, OpenAI juga sempat menarik kembali sebuah “eksperimen” setelah percakapan di ChatGPT yang dibagikan mulai muncul dalam hasil pencarian Google.

Hal serupa juga dihadapi Meta pada musim panas lalu, ketika pengguna menemukan bahwa diskusi mereka dengan Meta AI dapat muncul di umpan “discover” aplikasi tersebut. Tren ini menunjukkan adanya dorongan untuk segera merilis produk AI tanpa memastikan perlindungan privasi pengguna telah berjalan maksimal.

Baca juga: Percakapan ChatGPT Terindeks di Google

Langkah Perlindungan Bagi Pengguna

Untuk melindungi diri, pengguna disarankan untuk berhenti menggunakan fungsi “share” pada chatbot AI kecuali mereka benar-benar nyaman jika percakapan tersebut menjadi konsumsi publik. Jika sudah terlanjur membagikan obrolan, pengguna dapat mencoba mencari kembali tautan tersebut dan meminta penghapusannya dari Google melalui Content Removal Tool.

Selain itu, pengguna Grok melalui platform X disarankan untuk meninjau kembali pengaturan privasi mereka. Menonaktifkan izin penggunaan unggahan untuk melatih model AI dapat memberikan lapisan perlindungan tambahan, meskipun hal ini tidak memberikan jaminan penuh.

Untuk berita terkini seputar keamanan siber dan dampak teknologi AI terhadap privasi pengguna, terus kunjungi dan baca artikel mendalam lainnya di Jurnalzone.id.

Ikuti kami di Google News: Follow Kami

Bagikan Berita Ini