Pusat Penerangan (Puspen) TNI secara resmi membantah informasi yang beredar di media sosial mengenai adanya anggota TNI yang ditangkap oleh pihak Kepolisian atau menjadi provokator. Melalui keterangan resminya pada Minggu (31/8/2025), Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI menegaskan bahwa berita tersebut adalah tidak benar atau hoaks yang bertujuan untuk mengadu domba dan meresahkan masyarakat. Klarifikasi ini disampaikan untuk meredam potensi keresahan publik akibat penyebaran disinformasi tersebut.
Dalam unggahan di akun media sosial resminya, Puspen TNI menyerukan pesan tegas kepada publik. “Tidak ada anggota TNI ditangkap Polri atau jadi provokator. Itu hoaks! Mari tetap tenang, jangan terprovokasi narasi adu domba. TNI komitmen jaga stabilitas nasional. Verifikasi informasi dari sumber resmi.”
Kapuspen TNI: Tidak ada anggota TNI ditangkap Polri atau jadi provokator. Itu hoaks! Mari tetap tenang, jangan terprovokasi narasi adu domba. TNI komitmen jaga stabilitas nasional. Verifikasi informasi dari sumber resmi. #TNIPrima #Hoaks pic.twitter.com/H1l5nwJckr
— Pusat Penerangan TNI (@Puspen_TNI) August 31, 2025
Pernyataan ini menegaskan komitmen TNI untuk menjaga kondusivitas nasional dan mengimbau masyarakat agar selalu bijak dalam menerima informasi serta melakukan verifikasi ke sumber-sumber yang kredibel sebelum mempercayainya.
Berikut video yang dikatakan HOAKS tersebut.
— Aldirf (@AldiRf_3) August 31, 2025





