PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) mematok target ambisius untuk produksi batu bara pada tahun 2026, yakni sebesar 7,85 juta metrik ton (MT). Angka ini merupakan lompatan signifikan sebesar 179 persen dibandingkan dengan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2025.
Kinerja Positif 2025 Menjadi Pendorong
Peningkatan target produksi ini didorong oleh kinerja positif yang berhasil dicatatkan IATA pada tahun sebelumnya. Pada tahun 2025, perusahaan berhasil memproduksi 3,56 juta MT batu bara dengan total penjualan mencapai 3,38 juta MT. Angka penjualan ini merepresentasikan sekitar 80 persen dari RKAB yang telah ditetapkan.
Capaian gemilang tersebut turut didukung oleh dimulainya produksi dari Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP-OP) PT Arthaco Prima Energy sejak kuartal III-2025. Langkah ini secara signifikan memperkuat basis operasional IATA di sektor pertambangan.
Distribusi Target Produksi per IUP-OP
Untuk tahun 2026, IATA telah merinci kontribusi target produksi dari masing-masing IUP-OP yang dimilikinya:
- PT Arthaco Prima Energy (APE): ditargetkan menyumbang 3 juta MT.
- PT Indonesia Batu Prima Energi (IBPE): ditargetkan menyumbang 1,10 juta MT.
- PT Putra Muba Coal (PMC): ditargetkan menyumbang 3,75 juta MT.
Meskipun demikian, manajemen IATA menekankan bahwa target produksi ini bersifat indikatif. Angka tersebut masih menunggu persetujuan dan pengajuan RKAB kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
