Profil Singkat “Terra Drone” Perusahaan Layanan UAV Global Asal Jepang

Profil Singkat Terra Drone

JURNALZONE.ID – Nama Terra Drone menjadi sorotan publik pasca insiden kebakaran di Cempaka Baru, Jakarta Pusat. Berdasarkan data korporasi, Terra Drone merupakan perusahaan global penyedia layanan drone yang berbasis di Jepang dan telah berdiri sejak 2016 dengan fokus pada solusi teknologi survei udara, inspeksi infrastruktur, serta analisis data berbasis Unmanned Aerial Vehicle (UAV).

Transformasi Menjadi Entitas Global

Kehadiran perusahaan ini di kancah internasional dikenal sebagai pionir yang memadukan teknologi canggih melalui akuisisi strategis. Hingga tahun 2025, jejaring bisnisnya telah menjangkau lebih dari 25 negara dengan dukungan 25 perusahaan grup.

Di Indonesia, entitas resmi perusahaan ini beroperasi di bawah nama PT Terra Drone Indonesia (TDID). Sejarah mencatat bahwa perjalanan bisnis dimulai sejak 2015 dan sempat beroperasi dengan nama PT Aero Geosurvey Indonesia pada 2016.

“Tahun 2019, masuk pendanaan dari Terra Drone Corporation Jepang. Akhirnya, terjadi perubahan nama perusahaan menjadi PT Terra Drone Indonesia,”

Demikian informasi yang dihimpun mengenai sejarah perubahan nama entitas tersebut. Seiring berjalannya waktu, TDID memperluas kapabilitas teknologinya pada tahun 2020 dengan mengembangkan drone untuk kebutuhan Ground Penetrating Radar (GPR), Ultrasonic Testing (UT), serta pemantauan keamanan.

Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, TDID mencatatkan performa operasional yang signifikan. Perusahaan ini telah menyelesaikan survei udara untuk area konsesi seluas lebih dari 600 ribu hektare serta jalur koridor jaringan sepanjang 2.500 kilometer.

Melayani Klien Vital Nasional

Operasional TDID mencakup lima sektor industri utama yang sangat vital, yakni pertambangan, konstruksi, minyak dan gas (migas), transmisi listrik, serta perkebunan.

Pada sektor pertambangan, layanan mereka mencakup seluruh fase dari eksplorasi hingga reklamasi. Klien besar yang tercatat menggunakan jasa ini antara lain PT Freeport Indonesia dan PT Bukit Asam. Sementara di sektor konstruksi, BUMN seperti Wijaya Karya dan Hutama Karya Infrastruktur memanfaatkan teknologi drone untuk pemetaan dan dokumentasi proyek strategis.

Kepercayaan terhadap teknologi TDID juga datang dari sektor migas dan kelistrikan. Perusahaan seperti Pertamina, Chevron, ConocoPhillips, hingga PLN menggunakan layanan ini untuk inspeksi fasilitas produksi dan pemeliharaan jaringan listrik di area sulit.

“Di sektor perkebunan dan agrikultur, Terra Drone menyediakan solusi untuk optimalisasi pengelolaan lahan,”

Jelas laporan profil perusahaan tersebut, menyebutkan nama besar seperti Sinar Mas dan Eagle High Plantation sebagai pengguna layanan untuk pemantauan tanaman dari udara.