Nama Chaya Nayak menjadi sorotan utama di industri teknologi setelah kepindahannya dari Meta ke OpenAI. Sebagai salah satu direktur kunci di balik pengembangan model AI Llama, kepergiannya tidak hanya menandai kehilangan besar bagi Meta, tetapi juga mempertegas tren eksodus talenta AI dari perusahaan Mark Zuckerberg.
Pendidikan
Chaya Nayak memiliki latar belakang akademis yang kuat di bidang kebijakan dan data. Ia memegang gelar Sarjana (Bachelor’s degree) dalam Studi Global dari University of Wisconsin dan gelar Magister (Master’s degree) dalam Kebijakan Publik dari University of California.
Karir di Meta
Selama hampir satu dekade, Nayak membangun karir yang impresif di Meta. Ia memulai perjalanannya dengan memprakarsai inisiatif “Data for Good” yang memanfaatkan AI untuk tujuan kemanusiaan. Karirnya terus menanjak saat ia mendirikan Tim Riset Terbuka dan Transparansi Facebook (FORT), sebelum akhirnya mencapai puncak sebagai Direktur Manajemen Produk untuk AI Generatif. Dalam peran ini, ia bertanggung jawab mengawasi langsung tiga generasi terakhir pengembangan model Llama.
Peran Baru di OpenAI
Kini, Nayak memulai babak baru dalam karirnya di OpenAI. Ia ditunjuk untuk memimpin tim inisiatif khusus (special initiatives), sebuah peran strategis yang ia gambarkan sebagai “babak selanjutnya yang sempurna.” Kepindahannya ini menempatkannya di pusat pengembangan teknologi AI paling canggih saat ini, sekaligus menjadi simbol pergeseran kekuatan talenta di Silicon Valley.
Baca juga: Chaya Nayak, Pindah Dari Meta Ke OpenAI





