Di tengah perjuangan Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026, dukungan juga datang dari para pemain yang berkarier di Amerika Serikat. Selain Maarten Paes, Skuad Garuda memiliki satu lagi talenta muda di Major League Soccer (MLS), yaitu Adrian Wibowo.
Meski pemain sayap berusia 19 tahun ini tidak masuk dalam skuad pilihan Patrick Kluivert untuk laga melawan Arab Saudi dan Irak pekan ini, profil dan rekam jejaknya menandai dirinya sebagai aset berharga untuk masa depan Timnas Indonesia.
Karier di Amerika Serikat dan Darah Indonesia
Adrian Wibowo adalah pemain sepak bola berdarah Indonesia-Amerika yang lahir di Los Angeles pada 17 Januari 2006. Ia mewarisi darah Indonesia dari sang ayah, Boogie Wibowo, yang berasal dari Surabaya.
Bakatnya terasah di Amerika Serikat, dimulai dari Total Futbol Academy sebelum bergabung dengan akademi bergengsi Los Angeles FC (LAFC) pada 2018. Setelah menunjukkan performa gemilang di tim cadangan, LAFC 2, ia berhasil promosi ke tim utama pada September 2024.
Jejak di Timnas Junior AS dan Statistik Impresif
Sebelum sempat dipanggil Timnas Indonesia senior untuk laga pemanasan bulan lalu, Adrian telah lebih dulu mencicipi level internasional bersama Timnas Amerika Serikat U17. Ia bahkan berhasil mencetak satu gol saat AS U17 menang 3-0 atas Belgia U16.
Performanya di level klub juga sangat menjanjikan. Bersama LAFC 2, pemain sayap lincah ini berhasil mencatatkan 15 gol dan 9 assist dari 44 penampilan.
Valuasi Pasar dan Gaji
Sebagai pemain muda yang baru menembus tim utama, valuasi pasar Adrian Wibowo terus menunjukkan potensi. Menurut data dari Transfermarkt, nilai pasarnya saat ini berada di angka 100.000 euro atau sekitar Rp 1,9 miliar.
Sementara itu, laman Capology memperkirakan gaji bersih yang diterima Adrian di LAFC mencapai 60.000 dolar AS per tahun, atau setara dengan Rp 986 juta.





