Prestasi Gemilang Film Agak Laen 2, Tembus 10 Juta Penonton dan Masuk Tiga Besar Terlaris

JURNALZONE.IDFilm sekuel komedi Agak Laen: Menyala Pantiku! mencatatkan sejarah baru dalam industri sinema tanah air setelah berhasil menembus angka psikologis 10 juta penonton per tanggal 01/01/2026 pukul 12.04 WIB hari ini. Keberhasilan ini menjadikan karya produksi Imajinari tersebut sebagai film ketiga paling laris sepanjang masa di Indonesia dengan potensi kenaikan peringkat yang masih sangat terbuka lebar.

Pencapaian luar biasa ini dilaporkan tepat pada awal tahun baru 2026, mempertegas dominasi genre komedi yang tetap menjadi primadona bagi masyarakat luas. Film besutan sutradara Muhadkly Acho tersebut masih ditayangkan di berbagai jaringan bioskop nasional dan terus mengumpulkan pundi-pundi jumlah tiket secara konsisten setiap harinya.

Rekor Baru di Industri Perfilman Indonesia

Film Agak Laen: Menyala Pantiku! secara resmi telah mengantongi total sebanyak 10.010.635 penonton hingga periode awal Januari tahun 2026 ini. Angka tersebut sangat fantastis karena berhasil melampaui capaian film pertamanya yang rilis pada tahun 2024 silam dan sempat menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta film.

Kuartet komedi yang menjadi daya tarik utama dalam film ini terbukti masih memiliki magnet yang kuat untuk mendatangkan massa ke bioskop tanah air. Keberhasilan sekuel ini juga membuktikan bahwa narasi yang segar dan relevan mampu mempertahankan antusiasme penggemar meski persaingan film layar lebar semakin kompetitif.

Keberlanjutan tren positif ini diperkirakan akan terus berlanjut mengingat masa penayangan yang masih berjalan di jaringan bioskop besar maupun independen. Tim produksi merasa optimis bahwa angka tersebut akan terus bertambah sebelum film ini akhirnya turun layar dalam beberapa waktu mendatang.

Persaingan Ketat di Puncak Daftar Film Terlaris

Saat ini, posisi puncak film terlaris di Indonesia masih dipegang oleh film animasi berjudul Jumbo yang mencetak angka 10.233.002 penonton pada pertengahan 2025. Sementara itu, posisi kedua diduduki oleh KKN di Desa Penari dengan total raihan sebanyak 10.061.033 penonton yang dirilis pada tahun 2022.

Agak Laen: Menyala Pantiku! kini membuntuti sangat ketat di posisi ketiga dengan selisih angka yang tidak terlalu jauh dari peringkat kedua. Melihat antusiasme publik yang masih tinggi, banyak pengamat film memprediksi bahwa posisi KKN di Desa Penari akan segera tergeser dalam waktu dekat.

Berikut adalah rincian tiga besar film Indonesia dengan jumlah penonton terbanyak hingga saat ini:

  1. Jumbo merupakan film animasi yang memimpin klasemen dengan perolehan total 10.233.002 penonton di seluruh Indonesia.
  2. KKN di Desa Penari berada di peringkat kedua dengan total 10.061.033 penonton dan sempat memegang rekor tertinggi selama beberapa tahun.
  3. Agak Laen: Menyala Pantiku! menempati posisi ketiga dengan raihan 10.010.635 penonton dan masih berpotensi besar untuk terus merangkak naik.

Strategi Produksi dan Kedekatan dengan Penonton

Rumah produksi Imajinari sekali lagi membuktikan kemampuannya dalam membaca selera pasar melalui konten yang humoris namun tetap memiliki kedalaman cerita yang kuat. Sutradara Muhadkly Acho dinilai sukses mengemas komedi situasi yang sangat dekat dengan keseharian masyarakat Indonesia sehingga mudah diterima berbagai kalangan.

Dominasi genre komedi di papan atas klasemen film nasional menunjukkan bahwa audiens domestik sangat membutuhkan hiburan yang bersifat ringan dan menghibur di tengah rutinitas harian. Kerja sama yang solid antara produser, sutradara, dan para pemain menjadi kunci utama dibalik kesuksesan komersial yang diraih oleh sekuel ini.

Kesuksesan film ini juga tidak lepas dari strategi pemasaran yang masif dan interaksi intensif antara para aktor dengan komunitas penggemar di media sosial. Hal ini menciptakan loyalitas penonton yang bersedia menyaksikan film tersebut berkali-kali di bioskop demi mendukung karya anak bangsa.

Para kritikus film memberikan apresiasi tinggi terhadap kualitas teknis dan penulisan naskah yang dianggap lebih matang dibandingkan dengan film pertamanya. Inovasi dalam penyajian visual serta ritme komedi yang terjaga membuat penonton merasa puas dan memberikan rekomendasi positif kepada orang lain melalui mulut ke mulut.

Ikuti kami di Google News: Follow Kami

Bagikan Berita Ini